Blog

Kendati sedang hamil, bumil harus tetap aktif bergerak loh Mom… Tidak harus dengan berolahraga berat, Mommy bisa melakukan yoga kehamilan untuk menjaga tubuh tetap aktif bergerak selama masa kehamilan. Yoga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan Mommy saja, tetapi berpengaruh besar untuk kesehatan janin. Berikut ini adalah beberapa manfaat yoga yang bisa Mommy dapatkan bila rutin dilakukan selama masa kehamilan.

 

  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Membuat sirkulasi darah lebih lancar
  • Mereduksi stress dan kecemasan yang Mommy alami berkaitan dengan kehamilan hingga persalinan
  • Mengurangi kemungkinan komplikasi kehamilan
  • Menstabilkan tekanan darah, dan
  • Membantu memperbaiki postur tubuh ibu hamil

 

Yoga memang punya begitu banyak manfaat bagi ibu hamil, tetapi dalam pelaksanaannya Mommy harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

  • Lakukanlah yoga dengan pendampingan dari instruktur profesional. 
  • Lakukanlah gerakan yoga yang diperuntukkan untuk peregangan, bukan untuk mengencangkan otot
  • Melatih pernapasan dengan benar, yaitu menghirup perlahan dari hidung dan mengeluarkan perlahan pula dari hidung (bukan mulut). Hal ini bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh Mommy.
  • Jangan berbaring telentang terlalu lama karena akan banyak memberikan tekanan oada pembuluh darah besar di perut
  • Hentikan segera latihan bila Mommy merasa lelah, dehidrasi, sakit perut, atau keluar darah dari vagina.
  • Waktu ideal melakukan yoga kehamilan adalah 3 – 5 kali seminggu dan tidak lebih dari 30 menit per sesi nya. 

Dalam melakukan olahraga termasuk yoga ini, Mommy disarankan menghindari latihan yang berlebihan agar tidak melukai diri Mommy sendiri dan juga janin. Komunikasikan juga keluhan yang mommy alami dengan instruktur yoga agar tidak terjadi cedera yang serius.

Image result for pregnant

Moment kehamilan dan melahirkan tentu saja sangat ditunggu oleh calon-calon orang tua baru. Kehamilan dan melahirkan merupakan suatu momen yang tak akan pernah terlupakan, sehingga biasanya pasangan suami-istri akan mempersiapkannya sebaik mungkin. Dalam persalinan, baik normal maupun cesar, harus dipersiapkan juga dana yang akan dibutuhkan. Mengingat semakin mahalnya biaya persalinan, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa mommy terapkan untuk mengumpulkan biaya persalinan.

Alokasikan Dana Untuk Kontrol Rutin

Mommy yang sedang hamil harus rutin mengecek kondisi kehamilannya ke dokter. Kandungan minimal dikontrol sebanyak 4 kali dalam masa kehamilan, yaitu saat usia kehamilan dibawah 2 minggu, pada usia 26 minggu, usia kehamilan 32 minggu, dan usia kehamilan diatas 36 minggu. Bila kandungan mommy ada dalam kondisi tertentu, pemeriksaan atau kontrol lebih sering mungkin akan lebih baik lagi. Biaya kontrol ini bisa ditebus dengan menggunakan asuransi yang disediakan oleh perusahaan. Namun, bila perusahaan tidak menyediakannya, mommy bisa mengirit pengeluaran yang tidak terlalu urgent dan alokasikan dana lebih banyak untuk kontrol bulanan.

Beli Keperluan Si Kecil Secukupnya

Sebelum si kecil terlahir, usahakan untuk tidak membeli terlalu banyak barang-barang yang sekiranya tidak pasti digunakan. Hindari juga membeli barang karena gengsi dan mengejar brand tertentu. Mengeluarkan dana terlalu banyak sebelum melahirkan akan menyebabkan mommy terlalu boros dan kurang alokasi dana untuk persalinan nanti.

Terima Pemberian Keluarga 

Mengetahui anggota keluarga lain sedang dalam masa kehamilan, biasanya sanak saudara akan membelikan keperluan-keperluan bayi, terutama pada anggota keluarga yang baru pertama kali mengalami masa kehamilan. Tak jarang juga mereka menawarkan barang-barang lungsuran yang layak pakai seperti box bayi, stroller, baby walker, gendongan, dan barang layak pakai lainnya. Mommy tidak ada salahnya loh… menerima pemberian tersebut, karena akan sangat berpengaruh terhadap pengeluaran mommy. Dengan menerima barang pemberian anggota keluarga lainnya, anggaran dana bisa dialokasikan untuk persalinan nanti.

Pilih Rumah Sakit dan Dokter Kandungan dengan Biaya yang Sesuai Budget

Dalam persalinan nanti, pemilihan rumah sakit dan dokter harus diperhatikan. Bila perusahaan menanggung asuransi, maka pilihlah rumah sakit yang biayanya tidak melebihi limit biaya bersalin yang ditanggung. Selain biaya, jarak juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai rumah sakit yang mommy pilih berjarak terlalu jauh.

 

Cacat pada bayi, selain dipengaruhi gen juga bisa disebabkan oleh kandungan makanan yang kurang sehat yang biasanya dikonsumsi oleh mommy pada masa kehamilan. Saat hamil, mommy memerlukan banyak asupan nutrisi sehingga si kecil dapat terlahir dengan sehat. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada baiknya saat masa kehamilan, mommy rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung 7 kandungan baik ini.

Asam Folat

Asam folat ini sudah sangat familiar untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Bagaimana tidak, asam folat berperan penting dalam pembentukan otak, sumsum tulang belakang, dan mencegah terjadinya kecacatan lain seperti bibir sumbing dan cacat jantung. Asam folat ini banyak terkandung dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sereal. 

Kolin

Kolin berperan dalam pembentukan sel-sel pada otak si kecil, dan penting untuk perkembangan kognitif bayi. Makanan yang kaya akan kolin adalah salmon, daging, susu, dan kacang-kacangan.

Kalsium

Kalsium ini berperan terhadap pertumbuhan tulang dan gigi si kecil yang ada di dalam kandungan. Mommy yang sedang dalam masa kehamilan bisa mengkonsumsi susu, tahu, tempe, ikan, keju, dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan kalsium.

Zat Besi

Sama seperti orang dewasa, pada janin zat besi ini berperan untuk pembentukan sel darah merah. Dosis zat besi per hari yang disarankan untuk ibu hamil adalah 27 mg. Makanan yang kaya akan zat besi antara lain ikan, daging, kacang-kacangan, bahkan pada sayuran hijau.

Vitamin D

Berperan dalam membantu penyerapan kalsium, vitamin D ini penting untuk dikonsumsi untuk pembentukan tulang dan gigi pada bayi. Selain itu, vitamin D berfungsi meningkatkan imunitas tubuh si kecil dan mencegah preeklamsia. Vitamin D ini banyak terkandung pada ikan salmon, kuning telur, tuna, dan juga susu.

Vitamin C

Vitamin C ini berperan dalam penyerapan zat besi sebagai antioksidan dalam tubuh. Untuk mendapatkan asupan vitamin C, mommy disarankan untuk rajin mengkonsumsi buah stroberi, semangka, tomat, pepaya, sayur brokoli, dan juga kembang kol. 

DHA dan Omega-3

Kandungan ini berfungsi untuk pembentukan dan perkembangan otak, saraf, dan mata pada bayi. Makanan yang mengandung omega-3 biasanya terdapat pada tuna, sarden, salmon, susu, daging, dan kacang-kacangan. 

Image result for anggur ibu hamil

Pada masa kehamilan, mommy pasti sering mendengar beberapa mitos-mitos tertentu terutama tentang makanan. Banyak yang mengatakan bahwa anggur berbahaya bila dikonsumsi oleh ibu hamil, apakah ini benar?

Jadi, faktanya mengkonsumsi anggur bukanlah suatu hal yang berbahaya untuk ibu hamil, asalkan tidak berlebihan. Momjunction menyebutkan bahwa, konsumsi anggur berlebihan pada ibu hamil bisa memicu terjadinya keracunan karena terdapatnya kandungan resveratrol yang tinggi pada buah anggur. Menghindari kemungkinan keracunan tersebut, maka mommy harus mengkonsumsi anggur secukupnya saja. 

Buah anggur yang dikonsumsi oleh ibu hamil, jika dalam kadar normal dan tidak berlebihan justru membawa manfaat baik. Hal tersebut dikarenakan anggur mengandung beberapa nutrisi penting seperti zat besi, kalsium, kalium, vitamin, serat, bahkan asam folat yang baik untuk perkembangan janin. Serat yang terkandung dalam buah anggur ini juga membantu mama untuk lebih lancar buang air besar. Bagi mommy yang memiliki riwayat kolesterol, anggur yang dikonsumsi pada kadar cukup dan tidak berlebihan dapat membantu untuk mengontrol kadar kolesterol loh ma… Selain itu, ada lagi fungsi anggur yang tak kalah bermanfaat bagi mommy yang sedang hamil, yaitu mengatasi anemia. Anggur yang mengandung zat besi akan meningkatkan produksi sel darah merah sehingga mama terhindar dari anemia.

Walaupun cenderung aman untuk dikonsumsi, ada baiknya mommy berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar aman dalam mengkonsumsi sesuatu. Konsultasi yang tepat tentu akan membuat mommy dan si kecil menjadi sehat dan aman.

Cup Espresso Coffee Drink

Hi moms… bagi mama yang sedang hamil pasti sangat memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi dengan baik kan? Tentu saja… karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan mama. Tapi pernah gak sih moms bertanya-tanya, apakah kafein diperbolehkan dan aman untuk diminum oleh ibu hamil?

Jadi moms… menurut American Pregnancy Association, kafein ini dapat berperan sebagai stimulan dan diuretik. Dikatakan sebagai stimulan karena kafein ini dapat meningkatkan tekanan darah dan juga detak jantung. Kafein juga menyebabkan mommy dehidrasi karena kafein meningkatkan frekuensi mommy untuk buang air kecil. Tubuh mommy tentu saja bisa mengolah kafein yang masuk, namun untuk bayi yang ada di dalam kandungan, mereka tidak bisa. Metabolisme tubuhnya masih belum sempurna sehingga belum dapat memetabolisme kafein dengan baik. 

Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada kopi, namun juga teh, coklat, soda, dan beberapa obat-obatan pereda sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Memang belum ada penelitian yang secara khusus mengatakan bahwa kafein memiliki efek negatif untuk kehamilan, namun sangat disarankan untuk para mommy yang sedang dalam masa kehamilan untuk menghindari kafein sebanyak-banyaknya. Bila mommy sangat menginginkan kafein karena tuntutan mengidam, batasi jumlah kafein yang mommy konsumsi, yaitu maksimal 1 cup atau cangkir kopi yang setara dengan 350 ml. 

0
Need Help? Chat with us