Blog

It really isn’t a secret there are lots of cost-effective essay writing providers within the Net. At CheapEssayWritingServices, we provide an exemplary custom article writing support in the place of the unsavory kinds of solutions. If you’re looking for a specialist service that will assist you with writing your essays, subsequently cheapessaywritingservice.co.uk will function as the support provider that you’re looking for. Read more “He might make authentic advance while creating our workforce competitive in lowering the number of persons and individuals in poverty.”

Bayi yang tidur di ranjang yang sama dengan orang tuanya sering mendapatkan banyak sekali desas desus, entah itu dari sisi pro maupun kontra.

Salah satu artis dunia, Kourtney Kardashian ternyata selama ini selalu tidur di ranjang yang sama loh dengan anak-anaknya sewaktu masih bayi. Hal tersebut ia lakukan karena menurutnya ia bisa lebih dekat dengan anak-anaknya secara fisik. Namun ternyata hal tersebut mendapatkan banyak kritikan loh, terlepas dari banyak juga yang percaya bahwa moms yang tidur dengan bayinya memiliki beragam manfaat. Berikut akan dipaparkan mengenai pro dan kontra jika bayi tidur dalam satu ranjang yang sama dengan orang tuanya.

Dari sisi kontra, orang tua tidak disarankan untuk berbagi tempat tidur dengan sang anak terlebih lagi jika anak masih bayi dan berusia kurang dari 3 bulan, lahir premature, atau lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari agar si anak tidak tertimpa oleh orang tuanya, selain itu dikatakan juga bahwa hal tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau dikenal dengan istilah SIDS. Terlebih lagi kasus seperti SIDS pernah terjadi di Irlandia yangmana sekitar 30 bayi meninggal setiap tahunnya. Pernyataan kontra tersebut juga didukung oleh para peneliti dari London School of Hygiene dan Topical Medicine yang pada tahun 2013 melakukan penelitian yang melibatkan 1,472 kasus SIDS, dan hasilnya mengatakan bahwa 81% Kematian SIDS pada bayi usia dibawah 3 bulan dapat dicegah dengan memisahkan ranjang anak dengan orang tuanya.

Namun terdapat beberapa pernyataan yang mengatakan hal sebaliknya. Penelitian yang dilakukan oleh Dr Nils Bergman dari University of Cape Town di Afrika Selatan menyatakan bahwa moms yang tidur satu ranjang dengan bayinya akan membuat si bayi tidur dengan lebih nyenyak. Selain itu hal tersebut juga diyakini mampu untuk membangun ikatan emosional antara orang tua dengan anaknya. Tak hanya itu, otak bayi juga mampu berkembang dengan lebih optimal sehingga dapat mengurangi masalah perilaku yang mungkin muncul di kemudian hari. Untuk bayi yang baru lahir juga akan lebih baik jika tidur di pelukan ataupun dada sang ibu selama beberapa minggu pertama. Anak yang tidur dengan orang tuanya akan lebih baik sampai saat usianya menginjak 3 tahun.

Untuk menengahi pernyataan yang bertentangan tersebut maka seorang konsultan tidur Lucy Wolfe memberikan pernyataannya bahwa bayi tidur dengan orang tuanya atau tidak itu adalah pilihan bagi masing-masing keluarga. Jika orang tua tidur dengan bayinya maka hal tersebut dapat meningkatkan kontak fisik secara langsung dan untuk moms akan lebih mudah dalam memberikan ASI bagi si bayi. Namun para orang tua harus lebih berhati-hati jika memang ingin tidur bersama dengan bayinya, karena berbagi tempat tidur dapat meningkatkan resiko SIDS. Tempat tidur yang digunakan orang dewasa pada dasarnya tidak di desain untuk bayi, sehingga orang tua harus mengetahui kenyamanan dan kemanan si bayi saat berbagi tempat tidur. Celah antara tempat tidur dan dinding juga harus diperhatikan, hati-hati dengan selimut yang tebal, dan pastikan si bayi berbaring di permukaan yang rata. Eugene Dempsey, professor pediatric di UCC dan konsultan neonatologi di CUMH juga menimpali bahwa apapun yang menjadi pilihan orang tua harus tetap didadasari oleh kesadaran dengan memprioritaskan keamanan.

Berikut merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan agar si bayi bisa tidur dengan nyaman dan untuk mengurangi resiko SIDS.

  1. Posisikan bayi agar tidur telentang.
  2. Jika orang tua perokok hindari berbagi tempat tidur dengan si bayi, terlebih lagi jika bayi lahir premature atau berusia kurang dari 3 bulan.
  3. Jangan biarkan orang merokok disekitar bayi.
  4. Jika bayi tidur dalam satu ranjang yang sama dengan orang tuanya maka akan lebih baik jika berlangsung selama enam bulan pertama.
  5. Perhatikan agar si bayi tidak sampai tidur menggeliat ke bawah selimut, dan pastikan agar kepala dan wajah bayi terlihat saat tidur menggunakan selimut.
  6. Perhatikan posisi benda-benda yang dapat mencekik atau membekap bayi seperti bantal, selimut, bumper mainan, dll.
  7. Pastikan tempat tidur bayi dalam keadaan baik dan kokoh. Kasur si bayi harus dalam keadaan bersih dan rata, serta perhatikan supaya tidak ada celah antara ranjang dan alas tidur bayi.
  8. Perhatikan suhu ruangan tempat tidur bayi, jangan biarkan terlalu panas.
  9. Jika tangan dan kaki bayi terasa dingin berikan pakaian hangat atau kaus kaki, namun tidak perlu membungkus bayi dengan berlapis-lapis atau menyelimutinya dengan selimut tebal karena hal tersebut dapat lebih membahayakan.

So as to start writing on these themes, you need to tackle entire research. Composing on such themes should become a great exercise for the mind and mind. This really is perhaps among the finest persuasive essay topics for 5th grade. This insightful article provides accurate documentation of selection of themes which one can pick from, for creating editorials. Read more “Not all-on – line schools or universities are manufactured equal.”

Wanita yang sedang hamil biasanya disarankan untuk istirahat lebih banyak. Maka dari itu, kabanyakan ibu hamil biasanya disarankan untuk tidur lebih banyak untuk menghindari kelelahan. Dibalik saran tersebut, sebenarnya banyak ibu hamil yang mengalami kesulitan tidur pada masa-masa kehamilannya terutama saat memasuki trisemester kedua. Mereka sering mengalami mulas pada perut, kurang nyaman pada posisi tidur, insomnia, bahkan kurang optimalnya waktu tidur karena sering terbangun untuk buang air kecil. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dicoba oleh ibu hamil untuk mengatasi kesulitan tidur pada malam hari.

Kurangi Minum Air Menjelang Tidur

Wanita hamil normalnya memang lebih sering buang air kecil karena semenjak hamil mereka mengalami tekanan pada kandung kemihnya. Hal tersebut kian bertambah memasuki trisemester ketiga karena ukuran janin semakin membesar dan semakin menekan kandung kemih. Selain itu, seringnya ibu hamil buang airkecil disebabkan karena meningkatnya hormon hCG sehingga ginjal bekerja lebih ekstra menyarng 50% darah tambahan dari biasanya. Mengatasinya adalah dengan cara kurangi minum air saat menjelang tidur. Setidaknya hal tersebut bisa membantu mengurangi frekuensi terbangun anda di malam hari karena ingin buang air kecil. Minum banyak air putih saat pagi dan siang hari, sehngga saat malam hari anda dapat minum lebih sedikit.

Coba Posisi Tidur Menyamping ke Kiri

Perut yang semakin membesar membuat berbagai posisi tidur kebanyakan dirasa kurang nyaman, sehingga menyebabkan ibu hamil sulit tidur dimalam hari. Ibu hamil mungkin bisa mencoba untuk tidur dengan posisi menyamping ke kiri. Posisi ini juga dikatakan aman untuk bayi karena meningkatkan sistem peredaran darah. Ibu hamil juga bisa menggunakan bantal hamil sebagai ganjalan perut saat tidur menyamping agar terasa lebih nyaman.

Hindari Makanan Bersantan, Pedas, dan Berminyak

Oleh ibu hamil, perut mulas biasanya semakin sering dialami karena saat berbaring akan membawa lebih banyak refluks lambung untuk ibu hamil. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut adalah dengan cara menghindari makanan yang pedas, berminyak, dan mengandung santan. Selain itu, setelah makan ibu disarankan tidak langsung tidur. Tunggu 30 menit hingga 1 jam agar perut lebih nyaman. Namun apabila rasa mulas semakin buruk, konsultasikan dengan dokter kandungan anda segera.

Lakukan Beberapa Rutinitas Ringan Di Siang Hari

Wanita yang sedang hamil bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas samasekali. Kalian bisa melakukan beberapa kegiatan ringan seperti senam yoga kehamilan, melipat baju, ataupun olahraga ringan lainnya yang aman dilakukan oleh ibu hamil. Dengan melakukan aktivitas disiang hari, ibu hamil akan merasa cukup lelah dan malam hari bisa tidur lebih nyenyak. Tetapi ingat ya, bu… kegiatan yang dilakukan harus tetap dalam batas yang aman dan tidak berlebihan agar tidak berbahaya bagi ibu dan bayi.

Selama memasuki masa kehamilan, ibu akan mengalami beberapa perubahan baik dari segi fisik maupun psikis. Secara psikis, ibu hamil akan merasa lebih sensitif, bahkan lebih mudah marah. Sedangkan secara fisik, akan terjadi perubahan yang signifikan seperti bentuk badan yang lebih membesar, terutama pada bagian perut. Namun saat memasuki trisemester pertama, belum begitu ada perubahan signifikan pada bentuk perut ibu. Berikut ini adalah posisi tidur yang masih dianggap aman bagi ibu yang baru memasuki masa kehamilan trisemester pertama.

Posisi SOS atau Menyamping

Disebut posisi SOS karena saat menyamping ibu bisa membentuk huruf S, dan posisi ini bisa dikatakan posisi paling aman untuk ibu dan bayi. Hal tersebut disebkan karena aliran darah menjad lebih lancar serta tidak memberikan tekanan pada organ-organ vital ibu. Beberapa artikel juga menyebutkan bahwa tidur menyamping bisa membantu jumlah darah dan nutrisi lebih baik untuk sampai pada bayi. Selain itu dikatakan juga dengantidur menyamping, bisa mengurangi resiko kematian bayi pada saat lahir. 

Posisi Tengkurap

Posisi tengkurap nampaknya sudah terbiasa digunakan oleh sebagian besar orang saat tidur. Ibu hamil pun bisa menggunakannya pada awal-awal kehamilan karena belum ada bukti yang menyatakan bahwa tidur tengkurap berbahaya untuk ibu hamil. Namun disarankan saat memasuki trisemester kedua, ibu sudah tidak menggunakan posisi tidur terebut lagi karena perut ibu sedang bertumbuh dan membesar sehingga pasti akan tertekan dan berbahaya untuk ibu dan bayi.

Selain posisi tidur, posisi atau postur latihan atau olahraga juga berperan besar terhadap kenyamanan tidur ibu hamil. Postur latihan yang disarankan adalah dengan menumpu badan dengan kedua tangan diatas bola fitness atau gym ball dan kedua lutut. Namun saat berolahraga dengan posisi ini, jangan menekukkan punggung atau pundak. Begitu selesai berlatih, ibu harus bangun secara perlahan agar tidak terjatuh. Semakin sering ibu hamil berolahraga ringan saat masa kehamilan, maka kualitas tidur akan lebih baik. Tetapi, ibu tidak boleh berlebihan dalam mengatur waktu olahraga agar tidak kelelahan.

0
Need Help? Chat with us