Bayi yang hadir ditengah sebuah keluarga merupakan sebuah anugerah yang tak dapat digambarkan. Sebagai orang tua, kita akan selalu berusaha memberikan hal terbaik untuk si kecil agar dia merasa aman dan nyaman. Kendati demikian, kadang ada kalanya mereka lebih rewel dari biasanya dan lebih sering menangis. Si kecil yang menangis terus menerus, selain berkemungkinan sakit, mereka juga mungkin merasa kurang nyaman. Rasa kurang nyaman tersebut bisa saja datang dari cuaca yang terlalu panas, pakaian yang tidak nyaman, suasana yang bising, bahkan selimut yang tidak nyaman untuk digunakan. 

 

Selimut bagi bayi tidak hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh, namun juga berfungsi sebagai alas saat bayi bermain di atas lantai agar tidak kotor. Kulit bayi yang sensitif adalah salah satu faktor yang menyebabkan mama harus memperhatikan jenis selimut yang baik diberikan untuk si kecil. Tidak semua jenis dan bahan selimut cocok untuk bayi. Jadi pemilihan selimut baik dari jenis hingga bahannya harus benar-benar diperhatikan. Saat memilih selimut, penting untuk diperhatikan daya tahan dari selimut yang akan dibeli, jangka waktu pemakaian, mudah dibersihkan, bahan-bahan penyusun selimut, warna, ukuran, berat, dan juga fungsi dari selimut yang akan dibeli. Setelah memiliki selimut yang tepat, mama juga tentunya harus memperhatikan kebersihan selimut yang digunakan oleh si kecil. Kebersihan selimut berpengaruh terhadap kesehatan si kecil karena terkadang bayi suka memasukkan selimut ke dalam mulutnya. 

 

Agar tidak salah dalam menentukan jenis selimut mana yang akan diberikan untuk si kecil, ada baiknya mama mengetahui beberapa jenis selimut bayi berikut ini.

  • Selimut Lampin (swaddling blankets)

Selimut ini digunakan untuk menenangkan bayi yang menangis. Bentuknya bervariasi seperti persegi empat, ataupun bentuk yang kerucut. Selimut lampin berbentuk kerucut sengaja dibuat untuk memudahkan mama yang ingin mengganti popok bayi karena hanya tinggal membuka pengait di bagian atas. Saat selesai, selimut lampin ini akan lebih mudah dibentuk dan dikaitkan kembali.

  • Selimut Bedungan (receiving blankets)

Dikatakan sebagai receiving blankets karena selimut jenis ini sering digunakan untuk bayi yang baru saja terlahir. Bila mama menggunakan selimut ini, mama harus memiliki banyak persediaan karena biasanya bayi akan sering mengompol dan mama akan lebih sering untuk mengganti selimut.

  • Selimut Berkepala Hewan (security blankets)

Selimut ini sering dipakai karena desainnya yang lucu. Selimut berbahan halus ini biasanya digunakan untuk menghangatkan tubuh si kecil agar mereka merasakan hangat sepanjang hari. 

  • Matras (baby quilts)

Matras ini bukanlah selimut, namun alas tidur untuk si kecil. Bahannya yang cukup tebal tentunya akan membuat tidur si kecil lebih nyaman dan berkualitas. Untuk bayi, mama bisa pilih matras yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras agar tidur si bayi lebih nyaman.

  • Karung Tidur Bayi (sleep sacks)

Sleep sacks ini benar-benar memiliki konsep seperti karung. Seluruh badan bayi kecuali kepala akan dimasukkan kedalam selimut dan tentu saja mereka akan aman dari hal-hal yang berbahaya. 

 

Selain jenis-jenis selimut, mama juga perlu mengenal bahan-bahan yang biasa digunakan dalam selimut bayi.

  • Serat Alami

Selimut yang mama beli bila memiliki tulisan “eco friendly” maka bahan dari selimut tersebut adalah serat alami. Selimut ini biasanya tidak menimbulkan alergi dan aman untuk kulit bayi yang sensitif.

  • Bulu Domba

Selimut dengan bahan bulu domba lebih tahan terhadap noda dan mudah untuk dirawat. Selimut bulu domba terbuat dari 100 persen polyster sehingga lebih cepat kering dan mengisolasi panas. Namun selimut bulu domba tidak disarankan untuk bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Gunakan selimut bulu domba ini hanya sebagai pelapis.

  • Flanel

Flanel bisa terbuat dari benang wol ataupun campuran wil dengan serat sintetis dan katun. Selimut berbahan flanel bisa membuat bayi hangat, bahkan panas. Selimut ini biasanya cocok digunakan untuk cuaca yang sangat dingin.

  • Serat Katun

Jenis bahan serat katun ini adalah bahan yang paling umum digunakan untuk selimut bayi. Serat katun ini memiliki sifat bahan yang sangat lembut saat disentuh.

  • Katun

Sama seperti serat katun, katun banyak digunakan untuk membuat selimut bayi. Katun selain halus juga memiliki harga yang relatif murah dibandingkan bahan yang lainnya. Katun juga memiliki daya serap yang tinggi, namun lebih sulit untuk kering.

  • Wol

Wol merupakan bahan yang kasar dan kurang tepat bila digunakan untuk selimut bayi. Gunakan selimut berbahan wol ini untuk melapisi bayi saat tidur di cuaca yang dingin.

  • Sutra

Sutra memang memiliki tekstur yang lembut, namun harganya pun jauh lebih mahal dibandingkan bahan selimut lainnya dan memiliki sifat bahan yang tipis. Maka dari itu sutra tidak disarankan untuk digunakan sebagai selimut bayi.

  • Bulu Sintetis

Bulu sintetis ini terbuat dari 100 persen katun dan sangat lembut. Selimut berbahan sintetis biasa digunakan sebagai alas tidur, pembungkus bayi, ataupun alas bermain. Selimut berbahan bulu sintetis ini meski halus dan aman untuk bayi, namun sulit untuk dibersihkan.