• Tips for Baby

Orang tua yang baru saja memiliki anak atau buah hati cenderung mengajak bayinya untuk tidur bersama di ranjang mereka. Sebenarnya tidur di ranjang yang sama dengan si kecil bukanlah dilarang, namun risiko kematian bayi karena tertindih atau kekurangan ruang bernapas karena terlalu sempit sangat mungkin terjadi. 

 

Banyak dokter anak merekomendasikan bayi seharusnya tidur di area tidurnya sendiri dan terpisah dari orang tuanya, khususnya untuk orang tua yang merokok dan minum minuman beralkohol. Mengapa demikian? Hal ini ditakutkan menimbulkan penyakit bagi bayi karena sistem imun yang mereka miliki masih belum sempurna. Orang tua bisa saja tidur bersama si kecil, namun pastikan kondisi tubuh dan kesehatan sudah terjamin, minimal badan harus bersih dan segar agar tidak menularkan virus atau penyakit ke bayi. 

 

Banyak sumber juga mengemukakan bahwa bayi yang tidur bersama orang tua dalam satu ranjang memiliki ikatan yang kuat dan bonding yang lebih baik daripada bayi yang tidur terpisah. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun orang tua dapat memisahkan tempat tidurnya dengan si bayi demi alasan keamanan. Membentuk bonding bisa dengan cara mengajaknya berinteraksi lebih sering, mengajaknya mengobrol, dan beraktivitas lebih sering bersama si kecil.

 

Bila orang tua tidak ingin berpisah jauh dari anaknya, bisa disiasati dengan meletakkan boks bayi di dekat tempat tidur. Jadi, orang tua bisa tidur berdekatan dengan si kecil tanpa harus membahayakannya dengan risiko tertindih ataupun SIDS.

Bayi secara biologis akan tertidur saat ditenangkan, digendong, ataupun diayun-ayunkan oleh orang tuanya. Namun, saat malam hari, bayi akan sering terbangun dengan sendirinya dan cenderung susah untuk tertidur lagi. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa mama terapkan untuk membiasakan si kecil tertidur dengan sendirinya saat terbangun lagi ditengah malam.

  • Bangunkan Si Kecil saat Hendak Meletakkannya ke Ranjang

Ini adalah salah satu cara untuk melatih si kecil tidur dengan mandiri. Saat mereka terbangun, mama bisa mengambilnya dan menggendongnya hingga terlelap. Namun saat si kecil hendak diletakkan diatas tempat tidur, mama bisa menepuk-nepuk badannya agar ia kembali dalam keadaan setengah sadar. Saat mereka ada di keadaan setengah sadar kemudian mama meletakkannya di atas tempat tidur, mereka akan sadar dan mulai belajar bahwa kembali tertidur sendiri di ranjang adalah hal yang aman. Namun, cara ini tidak bisa instan. Mama harus bersabar melatihnya hingga mereka terbiasa.

  • Bedakan Waktu Ngempeng dan Menyusui.

Coba bedakan kebiasaan ini. Saat si kecil dalam keadaan terjaga dan mulai lapar, ajak dia menyusui. Namun saat mereka terlihat lelah dan rewel karena mengantuk ajaklah si kecil berkeliling sambil digendong dan diayun-ayunkan agar lekas tertidur. Hal tersebut melatih mereka agar dapat membedakan waktu menyusui dan waktu untuk tidur. Melatihnya seperti itu juga memudahkan mama untuk membuat si kecil kembali tidur saat malam hari karena mereka tidak harus ditidurkan kembali dengan cara menyusu.

  • Peluk Si Kecil Tanpa Mengayunkannya

Mama bisa mengambil si kecil dari ranjang kemudian memeluknya di dekapan mama. Namun mama tidak perlu mengayunkannya, cukup dengan mengelus halus kepala dan pundaknya agar mereka terbiasa tertidur dengan sendirinya tanpa harus diayun-ayunkan.

  • Ajari Si Kecil Tidur di Ranjangnya Sendiri dan Berikan Sentuhan

Saat si kecil terbangun, mama bisa mengambilnya dari ranjang saat mulai menangis. Tetapi saat tangisannya mereda, letakkan kembali diatas ranjang dan berikan sentuhan sentuhan kecil hingga mereka dapat tertidur kembali dengan sendirinya. Cara ini memang perlu penyesuaian yang cukup lama, namun mama harus bersabar agar si kecil bisa terbiasa tidur tanpa campur tangan orang tuanya.

Saat memasuki masa MPASI, mama akan mulai menggali informasi lebih banyak mengenai makanan yang memiliki kandungan baik untuk tumbuh kembang si kecil. Saat pertama kali, pasti mama akan kebingungan dalam menentukan makanan pendamping apa yang harus pertama kali dikenalkan untuk si kecil. 

Ada pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya sereal yang terbuat dari oatmeal merupakan salah satu MPASI pertama terbaik untuk si kecil. Bahkan oatmeal disebut-sebut lebih baik daripada bubur yang terbuat dari nasi. Alasannya adalah oatmeal memiliki serat yang lebih banyak sehingga mencegah sembelit pada si kecil. Selain itu, masih banyak lagi manfaat oatmeal, yaitu sebagai berikut.

  • Mudah Dicerna

Saat dicampur dengan air hangat, tekstur dari oatmeal akan semakin halus. Oatmeal juga merupakan butiran tunggal sehingga tidak sulit untuk dicerna oleh si kecil. 

  • Sumber Nutrisi yang Baik

Selain serat, oatmeal mengandung magnesium, seng, dan zat besi yang tinggi. Kandungan tersebut sangat baik untuk tumbuh kembangnya, karena nutrisi yang ada pads ASI, susu formula, ataupun susu sapi belum semuanya dapat memenuhi nutrisi harian si kecil. 

  • Meningkatkan Sistem Imun

Oatmeal mengandung banyak nutrisi baik dan juga protein. Nutrisi baik tersebut bisa meningkatkan sistem imun si kecil dan juga membantu memperbaiki kondisi rambut dan kulit si kecil.

  • Mudah Dicampur Dengan Menu Lainnya

Seiring bertambahnya usia si kecil, mama pasti akan mencari inovasi dalam menyiapkan menu makanan pendamping pada si kecil. Menu yang diberikan akan semakin kompleks, dan oatmeal merupakan salah satu menu yang bisa dikombinasikan dengan jenis makanan lain seperti buah-buahan, sayuran, bahkan daging. 

Makanan sudah diperkenalkan ke bayi rata-rata saat mereka memasuki usia 6 bulan. Salah satu makanan yang digunakan sebagai bahan mpasi yang paling populer adalah buah-buahan, salah satunya apel. Apel mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk bayi. Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh adalah dapat mengatasi sembelit dan diare, menyembuhkan sakit perut, dan meredakan batuk yang menyebabkan tenggorokan si kecil tidak nyaman. Apabila mama ingin memberikan apel sebagai salah satu makanan pendamping ASI si keci, maka mama harus mencoba beberapa resep dibawah ini.

 

  • Puree Apel

 

Membuat makanan pendamping ASI puree apel ini sangat mudah loh ma… Mama hanya perlu membagi dan mengupas buah apel kira-kira menjadi 5 bagian. Kemudian mama bisa merebus atau mengukus potongan apel tadi hingga apel menjadi lembut. Apel yang sudah direbus atau dikukus tadi diangkat dan diblender hingga halus merata. Puree Apel sudah siap dijasikan.

  • Campuran Apel dan Wortel

Caranya sama dengan membuat puree apel. Jadi, mama hanya perlu mengukus apel dan wortel agar daging buahnya lembut. Setelah lembut, mama bisa mengangkatnya dan memblender apel dan wortel yang sudah lembut tadi hingga mendapatkan tekstur yang merata. 

 

  • Puree Apel Panggang

 

Bagi mama yang gemar menggunakan oven saat memasak, menu ini mungkin sangat mudah untuk dibuat sebagai makanan pendamping ASI si kecil. Mama cukup meletakkan apel yang belum dikupas pada loyang yang sudah ditambahkan sedikit air. Masukkan kedalam oven dengan suhu 400 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan apel yang sudah dioven beberapa saat, kemudian blender sampai halus. Puree apel panggang siap disajikan untuk si kecil. 

Gangguan pada sistem pernafasan baik pada anak-anak maupun orang dewasa sangatlah tidak nyaman. Hidung tersumbat membuat seseorang menjadi susah bernafas dan suara yang bindeng saat berbicara. Pada orang dewasa, hidung tersumbat ini merupakan penyakit yang sudah biasa terjadi terutama disebabkan karena kekurangan vitamin. Obat-obatan yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat kini sudah bebas dijual di pasaran. Namun bagaimana dengan bayi? Bila bayi anda mengalami hidung tersumbat, mungkin bisa terapkan cara tradisional sebagai berikut.

  • Bilas Hidung Dengan Air Garam

Membilas hidung tersumbat dengan air garam bukan hanya bisa meredakan hidung tersumbat, tetapi juga bisa mencegah infeksi. Caranya adalah mencampurkan air hangat dengan garam secukupnya. Masukkan air campuran garam tersebut kedalam suntikan steril yang jarumnya sudah terlepas. Miringkan badan kemudian semprotkan air tersebut lewat salah satu lubang hidung dengan mulut terbuka. Biarkan cairan keluar dari lubang hidung sebelahnya. Ulangi cara ini beberapa kali sampai hidung tersumbat mereda.

  • Buang Ingus

Membuang ingus dengan cara menekan salah satu lubang hidung kemudian hembuskan nafas sedikit kuat. Kapanpun merasa hidung mulai tersumbat, keluarkan ingus agar tidak semakin susah bernapas.

  • Hirup Uap Air Hangat

Uap air hangat ini bisa didapatkan dari air yang panas atau baru mendidih, namun hati-hati jangan terlalu dekat agar wajah tidak kepanasan. Uap air akan membantu ingus anak lebih encer dan lebih mudah untuk dikeluarkan.

0
Need Help? Chat with us