• Tips for Baby

Sebagai orang tua, tidak jarang saat membelikan matras untuk tempat tidur si kecil, alasan ekonomis menjadi pertimbangan pertama karena berpikir bahwa si kecil akan cepat bertumbuh besar sehingga matras akan digunakan sebentar saja. Sebenarnya prinsip ini kurang pas, karena pada umur-umur bayi hingga balita, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur demi pertumbuhan dan perkembangan bentuk tubuh dan tulangnya. 

 

Penggunaan matras yang salah menjadi salah satu penyebab SIDS (sudden infant death syndrome) tertinggi. SIDS ini juga sering disebut dengan kematian ranjang bayi karena umumnya terjadi saat bayi sedang tidur. Penyebab utamanya adalah karena matras yang digunakan bayi untuk tidur memiliki permukaan yang tidak rata. Selain itu, matras yang terlalu empuk dan berbulu juga meningkatkan resiko SIDS karena mengganggu saluran pernafasannya. 

 

Untuk mencegah terjadinya SIDS, mama bisa memilih ranjang dan juga matras yang memenuhi standar internasional dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan, seperti claire et agnes. Claire et agnes dirancang dengan mengikuti standar Eropa dan menggunakan water-based paint, sehingga sangat aman untuk bayi. Demi kenyamanan tidurnya dan mendukung pertumbuhan tulang belakangnya, mama juga bisa memilihkan matras yang memiliki permukaan rata. Begitupula sprei yang digunakan agar tidak menggelembung dan memiliki ukuran yang sesuai dengan matras di tempat tidur si bayi. 

 

Selain tempat tidur yang nyaman dan aman, aksesoris seperti bantal dan boneka disarankan untuk tidak diletakkan begitu saja diatas tempat tidur bayi. Gunakan aksesoris seperlunya saja agar tidak beresiko menutupi wajah bayi dan pada akhirnya menyebabkan tertutupnya saluran udara pada bayi. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko SIDS.

Sering kita dengar bahwa sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air. Tidak heran jika air merupakan salah satu asupan terpenting bagi tubuh manusia, terlebih untuk ibu hamil. Asupan air bisa didapatkan dari berbagai jenis sumber, seperti misalnya minum air putih, bahkan pada jus buah dan sayuran.

 

Pada ibu hamil, jus yang aman untuk diminum adalah jus dari buah dan sayuran yang masih segar. Jus dalam kemasan sebaiknya dihindari karena banyak mengandung pengawet dan pemanis buatan. Pemanis mengandung gula, dan gula yang berlebihan akan memicu kenaikan berat badan berlebih baik pada ibu maupun janin. Jika ibu hamil ingin minum jus dalam kemasan, biasakan untuk cek dan pastikan kembali kandungan gizi yang ada pada jus tersebut. Jangan lupa untuk mempasteurisasi (memanaskan) jus agar memperlambat pertumbuhan organisme berbahaya. Pasteurisasi ini tergolong penting dilakukan karena ibu hamil sangat rentan terhadap penyakit.

 

Berbicara mengenai jus yang sehat untuk ibu hamil, berikut ini adalah beberapa jenis jus yang baik untuk ibu hamil.

 

Jus Alpukat

Jus alpukat dikenal dengan buah yang mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Sekitar 60 gram buah alpukat diklaim dapat memberikan energi sebanyak 50 kalori. Ibu hamil tentunya sangat cocok minum jus ini karena selain mengandung lemak tak jenuh, alpukat juga kaya akan gizi seperti asam folat, vitamin B, C, K, serat, kalsium, zat besi, kolin, dan magnesium. Kandungan gizi tersebut juga dipercaya dapat membantu mengatasi gejala mual pada ibu hamil.

 

Jus Apel

Buah apel kaya akan vitamin C, kalium, vitamin A, dan juga serat. Sebuah hasil studi juga mengemukakan bahwa konsumsi apel secara teratur saat ibu sedang hamil dapat menyebabkan menurunnya risiko melahirkan anak dengan alergi dan asma. Apel yang memiliki kandungan gizi baik ini juga dapat memperkuat sistem imun tubuh.

 

Jus Jeruk

Selain apel, jeruk juga kaya akan vitamin C. Jeruk juga mengandung asam folat yang berperan penting untuk mencegah kecacatan pada janin. Antioksidan yang terkandung pada buah jeruk juga sangat berperan untuk menangkal radikal bebas. Rasa dari jeruk yang sedikit asam mungkin bisa menjadi alat pereda mual pada ibu hamil. 

 

Jus Mangga

Buah mangga kaya akan vitamin , B6, dan C yang baik untuk keperluan gizi ibu hamil. Vitamin A dan C sangat berperan dalam pembentukan sistem imun pada tubuh baik untuk ibu maupun janin. Sedangkan vitamin B6 sangat penting untuk otak dan saraf janin yang sedang berkembang.

 

Jus Pisang

Apakah ibu sering menikmati pisang dengan cara langsung dimakan? Pisang juga ternyata enak untuk dinikmati dalam bentuk jus loh… Pisang kaya akan kalium, serat, vitamin B6 dan C. Jadi pisang bisa mengurangi sembelit yang biasa dialami oleh ibu hamil. Mual dan muntah juga terkadang bisa diatasi dengan memakan satu buah pisang karena kandungan vitamin B6 nya yang cukup tinggi. Bila ibu tidak begitu suka dengan pisang yang di jus, ibu bisa mencampurkan buah lainnya seperti apel, lemon, stroberi, bahkan dengan alpukat.

 

Jus Wortel

Wortel terkenal dengan sayur yang kaya akan vitamin A. Selain kaya akan vitamin A, kandungan lainnya yang ada dalam sayur wortel ini adalah magnesium, zat besi, kalium, dan vitamin B. wortel baik untuk perkembangan mata, gigi, dan tulang pada janin, serta dikatakan baik untuk kesehatan kulit ibu. Bagi ibu yang mengalami masalah kulit seperti kulit kusam dan kering mungkin bisa mulai mengkonsumsi wortel untuk mengatasinya. 

 

Jadi bagaimana ibu-ibu? Apakah hari ini sudah minum jus buah dan sayuran segar? Mulailah untuk makan dan minum buah dan sayuran yang sehat demi kebaikan tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu saat mengandung. Semoga sehat selalu, moms…

Menjelang kelahiran buah hati, orang tua akan semakin gencar dan bersemangat dalam mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat si kecil lahir nanti. Hal-hal yang dipersiapkan untuk menyambut kehadiran si kecil biasanya tempat tidur, selimut dan sprei dengan berbagai motif, bahkan mainan dan boneka adalah salah satu hal yang tidak pernah absen untuk dipersiapkan bagi sang buah hati.

 

Sebuah artikel menyatakan bahwa American Academy of Pediatrics mengemukakan aksesoris seperti bumper, bantal, selimut, dan mainan-mainan yang diletakkan pada tempat tidur si kecil dapat menyebabkan peningkatan risiko sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi ini lebih sering terjadi pada bayi berusia dibawah 1 tahun. Penyebabnya masih belum bisa dijabarkan ataupun dijelaskan. 

 

SIDS biasanya dikaitkan dengan kematian bayi akibat dari tercekik atau sesak napas. Kejadian ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi yang tidur dengan dipenuhi selimut atau boneka-boneka di tempat tidurnya. Jadi, sebaiknya mama membiarkan tempat tidur si kecil tetap lapang. 

 

Apabila di kecil sudah memasuki usia 1 tahun, mama bisa memberikannya teman tidur berupa boneka di tempat tidurnya tetapi dengan jumlah yang sedikit dan ukuran yang tidak terlalu besar. Boneka yang terlalu banyak dan besar beresiko akan memenuhi tempat dan membuat ruang gerak si kecil menjadi terbatas, sehingga si kecil yang sedang aktif kemungkinan bisa menarik bonekanya dan berisiko menutupi wajah mereka secara tidak sengaja. 

 

Apabila mama ingin membuat si kecil hangat dalam tidurnya, mama bisa menyiasatinya dengan cara memakaikan baju dan celana panjang untuk menghindari pemakaian selimut. Mainan atau boneka yang diberikan untuk si kecil juga sebaiknya diletakkan pada sisi tempat tidur, atau digantung di bagian atas ranjang dengan kencang agar tidak beresiko jatuh dan menutupi si kecil dengan tidak sengaja.

 

Matras yang digunakan untuk tempat tidur si kecil juga sangat penting diperhatikan. Pilih matras yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras. Pasangkan sprei yang cocok dengan ukuran matras agar sewaktu-waktu tidak terlepas dan berisiko menutupi si kecil saat sedang tertidur.

DBD atau dengue hemorrhagic fever merupakan penyakit yang biasa menjangkit orang-orang yang tinggal di negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Penyakit DBD ini sendiri tidak hanya menjangkit orang dewasa atau anak-anak saja, namun mereka juga bisa menjangkit bayi. Bayi, terutama bila masih berusia dibawah 1 tahun lebih beresiko mengalami DBD, jadi mama harus jeli dengan berbagai gejala yang diperlihatkan oleh si kecil. Gejala-gejala tersebut bisa berupa:

  • Bayi selalu terlihat lemas dan mengantuk
  • Nafas yang agak sesak
  • Adanya ruam pada kulit
  • Mimisan atau gusi yang berdarah
  • Tidak mau menyusu dengan normal
  • Adanya gangguan pencernaan seperti mual, muntah berisi darah, urine berdarah atau feses berdarah 
  • Bayi lebih rewel dan sering menangis seperti kesakitan

 

Bila mama menemukan si kecil memiliki gejala tersebut, mama disarankan segera memeriksakannya ke dokter agar dapat diberikan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat tentunya akan didapatkan bila si kecil langsung dirawat di rumah sakit, karena dokter akan memantau secara berkala. Dalam kasus dokter mengizinkan si kecil untuk rawat jalan di rumah, mama bisa melakukan beberapa cara ini untuk merawat si kecil:

  • Berikan si kecil asupan cairan yang lebih agar terhindar dari dehidrasi. Bayi dengan usia 6 bulan kebawah bisa diberikan ASI atau susu formula. Air putih hanya dapat diberikan pada bayi diatas 6 bulan.
  • Berikan obat dengan resep dokter sesuai dosis.
  • Pastikan watu istirahatnya yang cukup
  • Usahakan hindarkan bayi dari gigitan nyamuk. Mama bisa mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih pada badannya.

 

Bayi masih memiliki sistem imun yang belum sempurna, sehingga saat mereka masih berusia dibawah 1 tahun, mereka harus dijaga dengan lebih ekstra. Hal-hal mendasar yang bisa mama lakukan untuk mencegah DBD menjangkit si kecil adalah menjaga lingkungan rumah tetap bersih. Jangan biarkan tempat penampungan air sampai kotor dan terbuka karena mengundang nyamuk untuk berkembang biak. Sampah-sampah juga harus rutin dibuang, agar tidak menjadi sarang nyamuk. Di tempat tidur bayi, bila memungkinkan isilah dengan kelambu yang lembut agar nyamuk tidak bisa masuk.

Seorang ibu bernama Laurie Woodruff merasa sangat sedih dan bersalah kepada sang bayi, Arthur yang meninggal karena SIDS. Pada malam harinya, ia ketiduran seusai menyusui sang bayi karena kelelahan, dan bayinya baru saja terlahir beberapa minggu. Dilansir dari HaiBunda, dini hari Laurie terbangun dan betapa kagetnya melihat Arthur sudah lemas ditangannya. Laurie kemudian memberikan pesan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi.

Laurie menuturkan bahwa Arthur sempat dibawa ke rumah sakit anak Sheffield menggunakan ambulans. Setibanya di rumah sakit, bayi tersebut sudah benar-benar meninggal sehingga membuat Laurie menyalahkan dirinya sendiri. 

SIDS merupakan salah satu mimpi buruk bagi para ibu yang baru memiliki buah hati. SIDS ini dialami oleh bayi yang kebanyakan berumur dibawah 1 tahun, dan meninggalnya tidak menimbulkan tanda-tanda khusus atau alasan yang jelas. Dari kasus tersebut, dapat dikatakan bahwa resiko SIDS jauh lebih tinggi saat bayi tidur dalam keadaan miring atau tengkurap. 

Saat berada dalam posisi tidur tengkurap atau miring, bayi bisa saja berguling sehingga menutupi jaluran pernapasannya. Dianjurkan juga untuk tidak menidurkan bayi di car seat, stroller, atau ayunan bayi dalam posisi yang lama karena bisa meningkatkan resiko SIDS. Bayi juga disarankan untuk tidur di kondisi kasur yang datar dan dengan posisi telentang. Tetap awasi bayi, terutama saat mereka masih dibawah umur 1 tahun, karena mereka lebih beresiko terkena SIDS.

0
Need Help? Chat with us