• Tips for mama

Moms and dads memperhatikan waktu tidur si bayi merupakan hal yang penting untuk dilakukan ya. Karena menurut Katie Kovaleski seorang konsultan tidur anak di AS, tidur merupakan cara bayi mencerna hal-hal yang dipelajari dan dialami sepanjang hari dan tidur yang berkualitas juga mampu mempengaruhi sistem metabolisme tubuh.

Waktu tidur yang cukup pada bayi dapat menurunkan resiko obesitas ketika memasuki usia balita. Jurnal Nutrisi Klinis Amerika menyebutkan dalam sebuah penelitian bahwa orang tua yang memperhatikan waktu tidur bayi maka dapat mengurangi resiko obesitas setengah kali lipat pada anak saat di usia 3-5 tahun, dibandingkan dengan orang tua yang memperhatikan asupan nutrisi anak namun tidak dengan waktu tidurnya.

Untuk itu moms and dads harus mengatahui bahwa bayi membutuhkan tidur 16-20 jam dalam sehari termasuk dengan tidur siang selama 4 jam. Durasi tersebut akan berangsung berkurang seiring dengan pertumbuhan usia, yangmana pada usia 3-5 tahun anak memerlukan waktu tidur selama 11-12 jam termasuk tidur siang selama 1 jam dalam sehari. Jadi ingat ya moms and dads karena tidak ada yang lebih membahagiakan ketika si anak tumbuh dengan baik.

               Menjadi seorang mama merupakan anugerah terindah bagi setiap perempuan. Begitu melahirkan si buah hati, mama biasanya akan langsung merasakan aktivitas menyusui. Aktivitas menyusui atau mengASIhi ini juga dikatakan bisa mempererat bonding antara mama dan si bayi, loh… Bicara tentang menyusui, banyak mama yang menyusui anaknya sambil tiduran. Apakah seberarnya ini aman dan diperbolehkan?

Aman atau Tidak?
Menemukan posisi menyusui yang nyaman dan aman untuk si bayi memang membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Sebagian besar posisi menyusui biasanya si bayi yang digendong di lengan mama dengan posisi kepala yang lebih tinggi. Selain itu, posisi menyusui sambil tiduran di tempat tidur sebenarnya bisa saja dilakukan dan relatif aman, asalkan bayi tidak punya masalah dengan refluks lambung atau gumoh.

Bagaimana dengan menyusui lewat botol?
Menyusui lewat botol bisa jadi salah satu cara untuk mama yang lelah bila terlalu lama menyusui langsung lewat payudara, atau sedang mengalami luka pada areola. Sebenarnya bayi aman-aman saja bila menyusu dengan dot atau botol, namun perlu diperhatikan agar lubang dot tidak terlalu besar sehingga aliran susu tidak terlalu cepat. Sekarang sudah banyak dot bayi yang dijual yang alirannya hampir menyerupai aliran asi alami. Jadi, menyusu lewat botol atau dot aman aman saja ya, ma…

Bagaimana bila bayi sering gumoh?
Mengurangi resiko gumoh bisa dilakukan oleh mama dengan cara tidak langsung menidurkan bayi setelah menyusui. Juga, jangan menggoyangkan bayi setelah mereka menyusui. Biarkan bayi diam sejenak setelah menyusui, dan perhatikan saat bayi sudah mulai meludah bila diberikan susu, itu bisa jadi tanda kalau mereka sudah kenyang. Bayi yang terlalu kekenyangan juga beresiko mengalami gumoh lebih besar.

Menyiapkan tempat tidur yang nyaman bagi bayi dan juga memahami bagaimana cara tidur yang benar bagi bayi dapat mengurangi resiko kematian mendadak atau SIDS pada bayi. Perlu diketahui, bahwa SIDS terus menjadi penyebab kematian bayi di bawah 1 tahun, terutama saat bayi berusia 2-4 bulan. Penyebab SIDS sampai saat ini masih diteliti lebih lanjut namun banyak yang mengakitkannya dengan posisi tidur si bayi.

Moms and dads yang baru dikarunia seorang buah hati pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk si bayi ya, tak terkecuali dengan menyiapkan tempat tidur yang nyaman. Boxes bayi pada umumnya menjadi pilihan bagi moms and dads untuk tempat tidur si bayi karena dinilai aman dan nyaman. Namun hal tersebut menjadi kontroversi di Amerika Serikat loh moms and dads.

Ide pembuatan boxes bayi pada awalnya muncul di Finlandia sekitar 100 tahun yang lalu, dan pada tahun 1930-an boxes bayi diperkenalkan kepada para wanita hamil dan mereka disarankan agar melakukan kunjungan pra melahirkan. Dalam kunjungan tersebut dokter akan mengajarkan mengenai kebiasaan tidur yang aman bagi bayi sehingga hingga saat ini angka kematian bayi di Finlandia merupakan yang terkecil di seluruh dunia. Namun para profesional mempertanyakan keamanan boxes bayi karena belum ada tes resmi.

Nah moms and dads jangan khawatir karena berikut ini adalah beberapa hal yang dianjurkan oleh Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat untuk mencegah SIDS.

  1. Letakkan bayi dikamar yang sama dengan orang tua, eits tapi bukan di ranjang yang sama dengan moms and dads ya.
  2. Berikan bayi emping atau dot.
  3. Supply ASI yang baik dapat mencegah SIDS.
  4. Vaksin bayi sesuai jadwal dengan teratur.
  5. Hindari bayi dengan perokok, terlebih bagi moms yang merokok tidak dianjurkan selama kehamilan dan juga setelah melahirkan.

Wanita yang sedang hamil biasanya disarankan untuk istirahat lebih banyak. Maka dari itu, kabanyakan ibu hamil biasanya disarankan untuk tidur lebih banyak untuk menghindari kelelahan. Dibalik saran tersebut, sebenarnya banyak ibu hamil yang mengalami kesulitan tidur pada masa-masa kehamilannya terutama saat memasuki trisemester kedua. Mereka sering mengalami mulas pada perut, kurang nyaman pada posisi tidur, insomnia, bahkan kurang optimalnya waktu tidur karena sering terbangun untuk buang air kecil. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dicoba oleh ibu hamil untuk mengatasi kesulitan tidur pada malam hari.

Kurangi Minum Air Menjelang Tidur

Wanita hamil normalnya memang lebih sering buang air kecil karena semenjak hamil mereka mengalami tekanan pada kandung kemihnya. Hal tersebut kian bertambah memasuki trisemester ketiga karena ukuran janin semakin membesar dan semakin menekan kandung kemih. Selain itu, seringnya ibu hamil buang airkecil disebabkan karena meningkatnya hormon hCG sehingga ginjal bekerja lebih ekstra menyarng 50% darah tambahan dari biasanya. Mengatasinya adalah dengan cara kurangi minum air saat menjelang tidur. Setidaknya hal tersebut bisa membantu mengurangi frekuensi terbangun anda di malam hari karena ingin buang air kecil. Minum banyak air putih saat pagi dan siang hari, sehngga saat malam hari anda dapat minum lebih sedikit.

Coba Posisi Tidur Menyamping ke Kiri

Perut yang semakin membesar membuat berbagai posisi tidur kebanyakan dirasa kurang nyaman, sehingga menyebabkan ibu hamil sulit tidur dimalam hari. Ibu hamil mungkin bisa mencoba untuk tidur dengan posisi menyamping ke kiri. Posisi ini juga dikatakan aman untuk bayi karena meningkatkan sistem peredaran darah. Ibu hamil juga bisa menggunakan bantal hamil sebagai ganjalan perut saat tidur menyamping agar terasa lebih nyaman.

Hindari Makanan Bersantan, Pedas, dan Berminyak

Oleh ibu hamil, perut mulas biasanya semakin sering dialami karena saat berbaring akan membawa lebih banyak refluks lambung untuk ibu hamil. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut adalah dengan cara menghindari makanan yang pedas, berminyak, dan mengandung santan. Selain itu, setelah makan ibu disarankan tidak langsung tidur. Tunggu 30 menit hingga 1 jam agar perut lebih nyaman. Namun apabila rasa mulas semakin buruk, konsultasikan dengan dokter kandungan anda segera.

Lakukan Beberapa Rutinitas Ringan Di Siang Hari

Wanita yang sedang hamil bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas samasekali. Kalian bisa melakukan beberapa kegiatan ringan seperti senam yoga kehamilan, melipat baju, ataupun olahraga ringan lainnya yang aman dilakukan oleh ibu hamil. Dengan melakukan aktivitas disiang hari, ibu hamil akan merasa cukup lelah dan malam hari bisa tidur lebih nyenyak. Tetapi ingat ya, bu… kegiatan yang dilakukan harus tetap dalam batas yang aman dan tidak berlebihan agar tidak berbahaya bagi ibu dan bayi.

Selama memasuki masa kehamilan, ibu akan mengalami beberapa perubahan baik dari segi fisik maupun psikis. Secara psikis, ibu hamil akan merasa lebih sensitif, bahkan lebih mudah marah. Sedangkan secara fisik, akan terjadi perubahan yang signifikan seperti bentuk badan yang lebih membesar, terutama pada bagian perut. Namun saat memasuki trisemester pertama, belum begitu ada perubahan signifikan pada bentuk perut ibu. Berikut ini adalah posisi tidur yang masih dianggap aman bagi ibu yang baru memasuki masa kehamilan trisemester pertama.

Posisi SOS atau Menyamping

Disebut posisi SOS karena saat menyamping ibu bisa membentuk huruf S, dan posisi ini bisa dikatakan posisi paling aman untuk ibu dan bayi. Hal tersebut disebkan karena aliran darah menjad lebih lancar serta tidak memberikan tekanan pada organ-organ vital ibu. Beberapa artikel juga menyebutkan bahwa tidur menyamping bisa membantu jumlah darah dan nutrisi lebih baik untuk sampai pada bayi. Selain itu dikatakan juga dengantidur menyamping, bisa mengurangi resiko kematian bayi pada saat lahir. 

Posisi Tengkurap

Posisi tengkurap nampaknya sudah terbiasa digunakan oleh sebagian besar orang saat tidur. Ibu hamil pun bisa menggunakannya pada awal-awal kehamilan karena belum ada bukti yang menyatakan bahwa tidur tengkurap berbahaya untuk ibu hamil. Namun disarankan saat memasuki trisemester kedua, ibu sudah tidak menggunakan posisi tidur terebut lagi karena perut ibu sedang bertumbuh dan membesar sehingga pasti akan tertekan dan berbahaya untuk ibu dan bayi.

Selain posisi tidur, posisi atau postur latihan atau olahraga juga berperan besar terhadap kenyamanan tidur ibu hamil. Postur latihan yang disarankan adalah dengan menumpu badan dengan kedua tangan diatas bola fitness atau gym ball dan kedua lutut. Namun saat berolahraga dengan posisi ini, jangan menekukkan punggung atau pundak. Begitu selesai berlatih, ibu harus bangun secara perlahan agar tidak terjatuh. Semakin sering ibu hamil berolahraga ringan saat masa kehamilan, maka kualitas tidur akan lebih baik. Tetapi, ibu tidak boleh berlebihan dalam mengatur waktu olahraga agar tidak kelelahan.

0
Need Help? Chat with us