• Tips Ibu Hamil

Makanan sudah diperkenalkan ke bayi rata-rata saat mereka memasuki usia 6 bulan. Salah satu makanan yang digunakan sebagai bahan mpasi yang paling populer adalah buah-buahan, salah satunya apel. Apel mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk bayi. Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh adalah dapat mengatasi sembelit dan diare, menyembuhkan sakit perut, dan meredakan batuk yang menyebabkan tenggorokan si kecil tidak nyaman. Apabila mama ingin memberikan apel sebagai salah satu makanan pendamping ASI si keci, maka mama harus mencoba beberapa resep dibawah ini.

 

  • Puree Apel

 

Membuat makanan pendamping ASI puree apel ini sangat mudah loh ma… Mama hanya perlu membagi dan mengupas buah apel kira-kira menjadi 5 bagian. Kemudian mama bisa merebus atau mengukus potongan apel tadi hingga apel menjadi lembut. Apel yang sudah direbus atau dikukus tadi diangkat dan diblender hingga halus merata. Puree Apel sudah siap dijasikan.

  • Campuran Apel dan Wortel

Caranya sama dengan membuat puree apel. Jadi, mama hanya perlu mengukus apel dan wortel agar daging buahnya lembut. Setelah lembut, mama bisa mengangkatnya dan memblender apel dan wortel yang sudah lembut tadi hingga mendapatkan tekstur yang merata. 

 

  • Puree Apel Panggang

 

Bagi mama yang gemar menggunakan oven saat memasak, menu ini mungkin sangat mudah untuk dibuat sebagai makanan pendamping ASI si kecil. Mama cukup meletakkan apel yang belum dikupas pada loyang yang sudah ditambahkan sedikit air. Masukkan kedalam oven dengan suhu 400 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan apel yang sudah dioven beberapa saat, kemudian blender sampai halus. Puree apel panggang siap disajikan untuk si kecil. 

Sebagai orang tua, tidak jarang saat membelikan matras untuk tempat tidur si kecil, alasan ekonomis menjadi pertimbangan pertama karena berpikir bahwa si kecil akan cepat bertumbuh besar sehingga matras akan digunakan sebentar saja. Sebenarnya prinsip ini kurang pas, karena pada umur-umur bayi hingga balita, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur demi pertumbuhan dan perkembangan bentuk tubuh dan tulangnya. 

 

Penggunaan matras yang salah menjadi salah satu penyebab SIDS (sudden infant death syndrome) tertinggi. SIDS ini juga sering disebut dengan kematian ranjang bayi karena umumnya terjadi saat bayi sedang tidur. Penyebab utamanya adalah karena matras yang digunakan bayi untuk tidur memiliki permukaan yang tidak rata. Selain itu, matras yang terlalu empuk dan berbulu juga meningkatkan resiko SIDS karena mengganggu saluran pernafasannya. 

 

Untuk mencegah terjadinya SIDS, mama bisa memilih ranjang dan juga matras yang memenuhi standar internasional dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan, seperti claire et agnes. Claire et agnes dirancang dengan mengikuti standar Eropa dan menggunakan water-based paint, sehingga sangat aman untuk bayi. Demi kenyamanan tidurnya dan mendukung pertumbuhan tulang belakangnya, mama juga bisa memilihkan matras yang memiliki permukaan rata. Begitupula sprei yang digunakan agar tidak menggelembung dan memiliki ukuran yang sesuai dengan matras di tempat tidur si bayi. 

 

Selain tempat tidur yang nyaman dan aman, aksesoris seperti bantal dan boneka disarankan untuk tidak diletakkan begitu saja diatas tempat tidur bayi. Gunakan aksesoris seperlunya saja agar tidak beresiko menutupi wajah bayi dan pada akhirnya menyebabkan tertutupnya saluran udara pada bayi. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko SIDS.

Bayi yang hadir ditengah sebuah keluarga merupakan sebuah anugerah yang tak dapat digambarkan. Sebagai orang tua, kita akan selalu berusaha memberikan hal terbaik untuk si kecil agar dia merasa aman dan nyaman. Kendati demikian, kadang ada kalanya mereka lebih rewel dari biasanya dan lebih sering menangis. Si kecil yang menangis terus menerus, selain berkemungkinan sakit, mereka juga mungkin merasa kurang nyaman. Rasa kurang nyaman tersebut bisa saja datang dari cuaca yang terlalu panas, pakaian yang tidak nyaman, suasana yang bising, bahkan selimut yang tidak nyaman untuk digunakan. 

 

Selimut bagi bayi tidak hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh, namun juga berfungsi sebagai alas saat bayi bermain di atas lantai agar tidak kotor. Kulit bayi yang sensitif adalah salah satu faktor yang menyebabkan mama harus memperhatikan jenis selimut yang baik diberikan untuk si kecil. Tidak semua jenis dan bahan selimut cocok untuk bayi. Jadi pemilihan selimut baik dari jenis hingga bahannya harus benar-benar diperhatikan. Saat memilih selimut, penting untuk diperhatikan daya tahan dari selimut yang akan dibeli, jangka waktu pemakaian, mudah dibersihkan, bahan-bahan penyusun selimut, warna, ukuran, berat, dan juga fungsi dari selimut yang akan dibeli. Setelah memiliki selimut yang tepat, mama juga tentunya harus memperhatikan kebersihan selimut yang digunakan oleh si kecil. Kebersihan selimut berpengaruh terhadap kesehatan si kecil karena terkadang bayi suka memasukkan selimut ke dalam mulutnya. 

 

Agar tidak salah dalam menentukan jenis selimut mana yang akan diberikan untuk si kecil, ada baiknya mama mengetahui beberapa jenis selimut bayi berikut ini.

  • Selimut Lampin (swaddling blankets)

Selimut ini digunakan untuk menenangkan bayi yang menangis. Bentuknya bervariasi seperti persegi empat, ataupun bentuk yang kerucut. Selimut lampin berbentuk kerucut sengaja dibuat untuk memudahkan mama yang ingin mengganti popok bayi karena hanya tinggal membuka pengait di bagian atas. Saat selesai, selimut lampin ini akan lebih mudah dibentuk dan dikaitkan kembali.

  • Selimut Bedungan (receiving blankets)

Dikatakan sebagai receiving blankets karena selimut jenis ini sering digunakan untuk bayi yang baru saja terlahir. Bila mama menggunakan selimut ini, mama harus memiliki banyak persediaan karena biasanya bayi akan sering mengompol dan mama akan lebih sering untuk mengganti selimut.

  • Selimut Berkepala Hewan (security blankets)

Selimut ini sering dipakai karena desainnya yang lucu. Selimut berbahan halus ini biasanya digunakan untuk menghangatkan tubuh si kecil agar mereka merasakan hangat sepanjang hari. 

  • Matras (baby quilts)

Matras ini bukanlah selimut, namun alas tidur untuk si kecil. Bahannya yang cukup tebal tentunya akan membuat tidur si kecil lebih nyaman dan berkualitas. Untuk bayi, mama bisa pilih matras yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras agar tidur si bayi lebih nyaman.

  • Karung Tidur Bayi (sleep sacks)

Sleep sacks ini benar-benar memiliki konsep seperti karung. Seluruh badan bayi kecuali kepala akan dimasukkan kedalam selimut dan tentu saja mereka akan aman dari hal-hal yang berbahaya. 

 

Selain jenis-jenis selimut, mama juga perlu mengenal bahan-bahan yang biasa digunakan dalam selimut bayi.

  • Serat Alami

Selimut yang mama beli bila memiliki tulisan “eco friendly” maka bahan dari selimut tersebut adalah serat alami. Selimut ini biasanya tidak menimbulkan alergi dan aman untuk kulit bayi yang sensitif.

  • Bulu Domba

Selimut dengan bahan bulu domba lebih tahan terhadap noda dan mudah untuk dirawat. Selimut bulu domba terbuat dari 100 persen polyster sehingga lebih cepat kering dan mengisolasi panas. Namun selimut bulu domba tidak disarankan untuk bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Gunakan selimut bulu domba ini hanya sebagai pelapis.

  • Flanel

Flanel bisa terbuat dari benang wol ataupun campuran wil dengan serat sintetis dan katun. Selimut berbahan flanel bisa membuat bayi hangat, bahkan panas. Selimut ini biasanya cocok digunakan untuk cuaca yang sangat dingin.

  • Serat Katun

Jenis bahan serat katun ini adalah bahan yang paling umum digunakan untuk selimut bayi. Serat katun ini memiliki sifat bahan yang sangat lembut saat disentuh.

  • Katun

Sama seperti serat katun, katun banyak digunakan untuk membuat selimut bayi. Katun selain halus juga memiliki harga yang relatif murah dibandingkan bahan yang lainnya. Katun juga memiliki daya serap yang tinggi, namun lebih sulit untuk kering.

  • Wol

Wol merupakan bahan yang kasar dan kurang tepat bila digunakan untuk selimut bayi. Gunakan selimut berbahan wol ini untuk melapisi bayi saat tidur di cuaca yang dingin.

  • Sutra

Sutra memang memiliki tekstur yang lembut, namun harganya pun jauh lebih mahal dibandingkan bahan selimut lainnya dan memiliki sifat bahan yang tipis. Maka dari itu sutra tidak disarankan untuk digunakan sebagai selimut bayi.

  • Bulu Sintetis

Bulu sintetis ini terbuat dari 100 persen katun dan sangat lembut. Selimut berbahan sintetis biasa digunakan sebagai alas tidur, pembungkus bayi, ataupun alas bermain. Selimut berbahan bulu sintetis ini meski halus dan aman untuk bayi, namun sulit untuk dibersihkan.

Sering kita dengar bahwa sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air. Tidak heran jika air merupakan salah satu asupan terpenting bagi tubuh manusia, terlebih untuk ibu hamil. Asupan air bisa didapatkan dari berbagai jenis sumber, seperti misalnya minum air putih, bahkan pada jus buah dan sayuran.

 

Pada ibu hamil, jus yang aman untuk diminum adalah jus dari buah dan sayuran yang masih segar. Jus dalam kemasan sebaiknya dihindari karena banyak mengandung pengawet dan pemanis buatan. Pemanis mengandung gula, dan gula yang berlebihan akan memicu kenaikan berat badan berlebih baik pada ibu maupun janin. Jika ibu hamil ingin minum jus dalam kemasan, biasakan untuk cek dan pastikan kembali kandungan gizi yang ada pada jus tersebut. Jangan lupa untuk mempasteurisasi (memanaskan) jus agar memperlambat pertumbuhan organisme berbahaya. Pasteurisasi ini tergolong penting dilakukan karena ibu hamil sangat rentan terhadap penyakit.

 

Berbicara mengenai jus yang sehat untuk ibu hamil, berikut ini adalah beberapa jenis jus yang baik untuk ibu hamil.

 

Jus Alpukat

Jus alpukat dikenal dengan buah yang mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Sekitar 60 gram buah alpukat diklaim dapat memberikan energi sebanyak 50 kalori. Ibu hamil tentunya sangat cocok minum jus ini karena selain mengandung lemak tak jenuh, alpukat juga kaya akan gizi seperti asam folat, vitamin B, C, K, serat, kalsium, zat besi, kolin, dan magnesium. Kandungan gizi tersebut juga dipercaya dapat membantu mengatasi gejala mual pada ibu hamil.

 

Jus Apel

Buah apel kaya akan vitamin C, kalium, vitamin A, dan juga serat. Sebuah hasil studi juga mengemukakan bahwa konsumsi apel secara teratur saat ibu sedang hamil dapat menyebabkan menurunnya risiko melahirkan anak dengan alergi dan asma. Apel yang memiliki kandungan gizi baik ini juga dapat memperkuat sistem imun tubuh.

 

Jus Jeruk

Selain apel, jeruk juga kaya akan vitamin C. Jeruk juga mengandung asam folat yang berperan penting untuk mencegah kecacatan pada janin. Antioksidan yang terkandung pada buah jeruk juga sangat berperan untuk menangkal radikal bebas. Rasa dari jeruk yang sedikit asam mungkin bisa menjadi alat pereda mual pada ibu hamil. 

 

Jus Mangga

Buah mangga kaya akan vitamin , B6, dan C yang baik untuk keperluan gizi ibu hamil. Vitamin A dan C sangat berperan dalam pembentukan sistem imun pada tubuh baik untuk ibu maupun janin. Sedangkan vitamin B6 sangat penting untuk otak dan saraf janin yang sedang berkembang.

 

Jus Pisang

Apakah ibu sering menikmati pisang dengan cara langsung dimakan? Pisang juga ternyata enak untuk dinikmati dalam bentuk jus loh… Pisang kaya akan kalium, serat, vitamin B6 dan C. Jadi pisang bisa mengurangi sembelit yang biasa dialami oleh ibu hamil. Mual dan muntah juga terkadang bisa diatasi dengan memakan satu buah pisang karena kandungan vitamin B6 nya yang cukup tinggi. Bila ibu tidak begitu suka dengan pisang yang di jus, ibu bisa mencampurkan buah lainnya seperti apel, lemon, stroberi, bahkan dengan alpukat.

 

Jus Wortel

Wortel terkenal dengan sayur yang kaya akan vitamin A. Selain kaya akan vitamin A, kandungan lainnya yang ada dalam sayur wortel ini adalah magnesium, zat besi, kalium, dan vitamin B. wortel baik untuk perkembangan mata, gigi, dan tulang pada janin, serta dikatakan baik untuk kesehatan kulit ibu. Bagi ibu yang mengalami masalah kulit seperti kulit kusam dan kering mungkin bisa mulai mengkonsumsi wortel untuk mengatasinya. 

 

Jadi bagaimana ibu-ibu? Apakah hari ini sudah minum jus buah dan sayuran segar? Mulailah untuk makan dan minum buah dan sayuran yang sehat demi kebaikan tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu saat mengandung. Semoga sehat selalu, moms…

Menjelang kelahiran buah hati, orang tua akan semakin gencar dan bersemangat dalam mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat si kecil lahir nanti. Hal-hal yang dipersiapkan untuk menyambut kehadiran si kecil biasanya tempat tidur, selimut dan sprei dengan berbagai motif, bahkan mainan dan boneka adalah salah satu hal yang tidak pernah absen untuk dipersiapkan bagi sang buah hati.

 

Sebuah artikel menyatakan bahwa American Academy of Pediatrics mengemukakan aksesoris seperti bumper, bantal, selimut, dan mainan-mainan yang diletakkan pada tempat tidur si kecil dapat menyebabkan peningkatan risiko sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi ini lebih sering terjadi pada bayi berusia dibawah 1 tahun. Penyebabnya masih belum bisa dijabarkan ataupun dijelaskan. 

 

SIDS biasanya dikaitkan dengan kematian bayi akibat dari tercekik atau sesak napas. Kejadian ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi yang tidur dengan dipenuhi selimut atau boneka-boneka di tempat tidurnya. Jadi, sebaiknya mama membiarkan tempat tidur si kecil tetap lapang. 

 

Apabila di kecil sudah memasuki usia 1 tahun, mama bisa memberikannya teman tidur berupa boneka di tempat tidurnya tetapi dengan jumlah yang sedikit dan ukuran yang tidak terlalu besar. Boneka yang terlalu banyak dan besar beresiko akan memenuhi tempat dan membuat ruang gerak si kecil menjadi terbatas, sehingga si kecil yang sedang aktif kemungkinan bisa menarik bonekanya dan berisiko menutupi wajah mereka secara tidak sengaja. 

 

Apabila mama ingin membuat si kecil hangat dalam tidurnya, mama bisa menyiasatinya dengan cara memakaikan baju dan celana panjang untuk menghindari pemakaian selimut. Mainan atau boneka yang diberikan untuk si kecil juga sebaiknya diletakkan pada sisi tempat tidur, atau digantung di bagian atas ranjang dengan kencang agar tidak beresiko jatuh dan menutupi si kecil dengan tidak sengaja.

 

Matras yang digunakan untuk tempat tidur si kecil juga sangat penting diperhatikan. Pilih matras yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras. Pasangkan sprei yang cocok dengan ukuran matras agar sewaktu-waktu tidak terlepas dan berisiko menutupi si kecil saat sedang tertidur.

0
Need Help? Chat with us