• Tips Ibu Hamil

Tidur siang mungkin tidak sering dilakukan oleh ibu hamil dengan berbagai alasan. Banyak ibu hamil yang tetap beraktivitas dan bekerja di siang hari sehingga tidak memiliki kesempatan dan waktu untuk tidur yang cukup. Ibu hamil sebenarnya harus istirahat dan memenuhi kebutuhan tidurnya selama 8 – 10 jam setiap hari. Agar waktu tidur tersebut dapat dipenuhi, ada baiknya ibu hamil yang kesulitan tidur di malam hari agar menambah waktu tidurnya di siang hari.

Manfaat tidur siang bagi ibu hamil

  1. Membantu mengurangi rasa lelah. Saat memasuki trisemester ketiga, mommy akan lebih sering merasa lelah karena bobot tubuh yang meningkat. Tidur siang sebentar akan membantu mommy mengurangi rasa lelah tersebut.
  2. Meringankan sakit kepala. Bila moms mengalami sakit kepala, coba tidur siang sebentar. Tidur siang akan meringankan gejala sakit kepala.
  3. Mempertajam ingatan. Bila mommy sudah mulai merasa cepat lupa, mungkin karena mommy mengalami kurang tidur. Mommy bisa mencoba untuk mengatur waktu tidur siang agar memori atau daya ingat menjadi lebih baik.
  4. Mengurangi kebiasaan insomnia. Insomnia sering dialami oleh mommy yang berada dalam masa kehamilan trisemester pertama. Tidur siang yang cukup bisa membantu mommy mengatasi insomnia di malam hari. Namun harus tetap diingat bahwa mommy tidak dianjurkan untuk tidur terlalu lama agar di malam hari mommy tidak mengalami kesulitan tidur.
  5. Menghindarkan kemungkinan bayi lahir prematur. Menurut beberapa penelitian, tidur siang yang cukup dapat mengurangi resiko mommy melahirkan bayi prematur karena mommy tidak mengalami kelelahan dan cenderung dalam keadaan fit. 

Tidur siang memang baik untuk ibu hamil, namun durasinya tetap harus diperhatikan ya moms… Tidur siang yang ideal adalah sekitar 30 – 60 menit. Bila tidur siang terlalu lama, moms mungkin akan merasa kelelahan dan tidak bersemangat beraktivitas.

Image result for cake

Ketika hamil, mommy biasanya akan mengalami fase yang disebut ‘ngidam’, dan tak jarang biasanya mommy akan menginginkan makanan yang terasa kecut hingga manis. Salah satu makanan manis yang sangat menggiurkan untuk mommy adalah cake. Ada cheesecake, green tea, red velvet, dan berbagai macam rasa lezat lainnya. Namun apakah mommy tahu kalau cake itu berbahaya untuk mommy dan si kecil?

Cake dikatakan berbahaya untuk mommy dan baby karena cake mengandung beberapa bahan yang berlebihan, contohnya gula. Gula yang berlebihan akan membahayakan mommy dan baby karena dapat menyebabkan obesitas bahkan diabetes. Selain gula, kandungan krim yang digunakan dalam cake juga perlu diwaspadai loh, moms… karena kebanyakan krim kue dibuat dari telur mentah yang mengandung bakteri Salmonella, toxoplasma, E. coli, dan bakteri berbahaya lainnya. 

Beberapa jenis kue yang umum dijual di pasaran, ada juga yang mengandung alkohol. Alkohol yang digunakan biasanya sejenis rum dan dicampurkan dalam adonan kue sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda. Bila mommy memakan kue yang sudah dicampurkan alkohol, bukan tidak mungkin kalau mommy akan menyakiti si kecil loh… Alkohol bisa membuat tubuh bayi di dalam kandungan mommy menjadi panas sehingga rentan terkena infeksi. Alkohol yang dikonsumsi oleh ibu hamil juga berbahaya untuk perkembangan organ tubuh bayi didalam kandungan.

Jadi, hati-hati ya moms dalam mengkonsumsi kue. Pastikan kandungan dalam kue aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga tidak akan membahayakan untuk kesehatan mommy dan si kecil hingga persalinan nanti.

Kebanyakan ibu biasanya percaya bahwa satu-satunya cara membentuk bonding yang paling kuat dengan si kecil adalah dengan cara menyusui. Sebenarnya, membentuk bonding bisa dilakukan dengan banyak cara. Mama bisa mencoba beberapa cara sebagai berikut.

  • Lakukan skinship sesering mungkin

Skinship ini sehari-hari sangat sering dilakukan oleh mama, terutama saat memandikan si kecil. Selain memandikan, menyusui juga merupakan salah satu bentuk skinship antara mama dan si kecil agar membentuk bonding yang lebih kuat. Lakukan hal-hal lain seperti mengelus tangan, kaki, atau kepala si kecil agar kegiatan skinship ini dapat membentuk bonding yang baik antara mama dan si kecil kesayangan.

  • Gendong di kecil

Bila mama lebih suka menaruh si kecil diatas stroller, maka mama harus mulai mengubah kebiasaan tersebut. Jika mama ingin membentuk bonding yang kuat, maka mama setidaknya harus lebih sering menggendong si kecil daripada meletakkannya di atas stroller.

  • Pijat si kecil setelah lelah bermain

Memijat, mengusap, dan mendekap menimbulkan kehangatan sehingga membuat bayi merasa nyaman. Setelah mereka lelah bermain, maka mama tidak ada salahnya untuk memijat lembut tubuh si kecil agar mereka merasa nyaman, sehingga bonding antara mama dan si kecil juga sekaligus terbentuk lewat sentuhan kulit saat memijat.

  • Sering-seringlah berinteraksi

Sering berinteraksi dengan si kecil dapat membantunya kelak untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan juga keterampilan sosialnya kelak dalam hal berinteraksi. Sering mengajaknya berbicara akan membantu mama menguatkan bonding, karena saat mengajak si kecil berbicara, mama akan berperan sebagai teman baiknya, bahkan mereka bisa menirukan apa yang mama katakan. Semakin sering berinteraksi, maka bonding yang tercipta akan semakin kuat.

  • Nikmati rutinitas bersama

Saat mama menjalani rutinitas sehari-hari, jangan sampai mama melupakan si kecil. Ada baiknya mama menjalankan rutinitas tersebut bersama dengan si kecil sambil menyanyikan sebuah lagu tidur untuknya, atau mengajaknya berbicara.

  • Abadikan moment bersama

Saat mengabadikan moment, mama bisa memakaikan si kecil kostum unik dan bermain dengannya. Sambil mengabadikan moment, tentu saja mama akan berinteraksi lebih banyak dengan si kecil sehingga bonding yang terbentuk akan semakin kuat.

  • Jangan lupa libatkan ayah

Selain meningkatkan dan menguatkan bonding antara si kecil dan mama, jangan lupa untuk melakukan aktivitas bersama dengan ayah, seperti bermain diluar rumah atau berlibur bersama di waktu luang. Bonding yang erat antara si kecil dan kedua orang tua nya tentu saja akan berperan penting untuk perkembangannya di masa yang akan datang. Lewat keluarga, mereka akan mengetahui cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama dengan baik.

Sama halnya dengan waktu tidur, matras untuk si kecil juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas tidur, proses tumbuh dan juga perkembangan si kecil. Berikut tips dalam memilih matras yang baik untuk bayi ya Moms:

 

Pilih matras berukuran sama dengan ranjang atau boks bayi 

Matras dengan ukuran yang sesuai dengan boks bayi akan memberikan kenyamanan dan dapat mengurangi resiko terjadinya cedera pada bayi seperti misalnya terjepit. 

Pilih matras dengan kepadatan dan desain yang memang ditunjukkan untuk bayi

Banyak orang tua yang membelikan bahan yang empuk dan lembut bagi si kecil, namun matras dengan bahan yang terlalu empuk dan lembut dapat meningkatkan resiko SIDS atau kematian mendadak pada bayi, karena wajah bayi mungkin saja terbenam dalam matras. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya memiliki ketebalan sekitar 17-15 cm, dan agak keras guna mencegah SIDS sekaligus menopang tulang punggung bayi.  

Pilih matras dengan kemampuan tahan air 

Matras yang tahan air akan lebih awet dibandingkan yang tidak, selain itu hal ini juga dapat menjaga kenyamanan bayi. Moms dapat menambahkan sprei ataupun perlak.

Perhatikan kandungan bahan dan zat yang digunakan pada matras

Bayi menghabiskan waktu tidur yang cukup panjang, dan selama waktu tidur tersebut tidak menutup kemungkinan zat kimia yang ada dalam matras menempel pada tubuh bayi. Sebaiknya pilihlah matras yang sudah terverifikasi keamanannya terkait bahan kimia yang terkandung dalam bahan yang digunakan dalam membuat matras. 

Belilah matras baru 

Sebaiknya belilah matras dan keranjang bayi yang baru. Hal tersebut untuk mencegah adanya zat berbahaya yang mungkin menempel akibat cat yang sudah lama dan mencegah adanya bakteri yang berkembang di permukaan matras. Matras baru juga sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menghilangkan zat kimia yang mungkin tersisa.

Bayi menangis saat terbangun dari tidurnya adalah sebuah hal yang wajar. Namun ada kala nya mereka akan menangis histeris dan susah untuk ditenangkan. Mama biasanya akan bingung sendiri, apa yang menjadi penyebab mereka menangis histeris saat tidak sengaja terbangun di malam hari? Berikut adalah beberapa kemungkinannya.

  • Separation Anxiety atau Kecemasan saat Berpisah dengan Orang Tua

Dalam kasus ini, bayi biasanya merasakan sebuah rasa takut dan cemas karena saat terbangun mereka tidak dapat melihat orang tua nya mendampingi. Ini adalah hal yang wajar, karena mereka takut tidak dilindungi. Mereka biasanya akan dapat tenang dengan sendirinya, namun membutuhkan waktu yang lumayan lama.

  • New Milestones atau Tahap Perkembangan Baru

Saat bayi ada dalam tahap belajar merangkak, duduk, bahkan berdiri, mereka ada dalam proses perkembangan baru sehingga dapat mempengaruhi siklus atau kualitas tidurnya. Sama seperti orang dewasa, saat mereka lelah, akan ada beberapa anggota tubuh yang pegal, jadi mama bisa menyiasatinya dengan memijat lembut tubuh si kecil sebelum tidur.

  • Siklus Tidur Alamiah

Si kecil biasanya masih ada dalam tahap belajar untuk kembali tertidur saat tidak sengaja terbangun. Saat terbangun, mereka biasanya mengalami kesulitan untuk tidur kembali sendiri, maka mama disarankan untuk menepuk nepuk halus tubuhnya agar mereka kembali tenang dan tertidur dengan sendirinya.

  • Tumbuh Gigi atau Infeksi

Bayi menangis merupakan sebuah tanda atau singkatnya mereka mengkomunikasikan keadaan tidak nyamannya lewat menangis. Saat tumbuh gigi mereka pasti merasakan hal yang kurang nyaman pada gusi nya dan hal tersebut pasti menyebabkan rasa sakit. Selain sakit, mereka bisa juga merasa lapar, maka dari itu mereka terbangun dan menangis untuk mengisyaratkan bahwa mereka sedang merasa lapar.

Mama bisa cek kembali tanda-tanda khusus lainnya yang diberikan oleh si kecil saat mereka menangis. Bila dalam keadaan sakit, ada baiknya mama memeriksakannya ke dokter agar segera mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.

0
Need Help? Chat with us