• Tips memilih box bayi

Sama halnya dengan waktu tidur, matras untuk si kecil juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas tidur, proses tumbuh dan juga perkembangan si kecil. Berikut tips dalam memilih matras yang baik untuk bayi ya Moms:

 

Pilih matras berukuran sama dengan ranjang atau boks bayi 

Matras dengan ukuran yang sesuai dengan boks bayi akan memberikan kenyamanan dan dapat mengurangi resiko terjadinya cedera pada bayi seperti misalnya terjepit. 

Pilih matras dengan kepadatan dan desain yang memang ditunjukkan untuk bayi

Banyak orang tua yang membelikan bahan yang empuk dan lembut bagi si kecil, namun matras dengan bahan yang terlalu empuk dan lembut dapat meningkatkan resiko SIDS atau kematian mendadak pada bayi, karena wajah bayi mungkin saja terbenam dalam matras. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya memiliki ketebalan sekitar 17-15 cm, dan agak keras guna mencegah SIDS sekaligus menopang tulang punggung bayi.  

Pilih matras dengan kemampuan tahan air 

Matras yang tahan air akan lebih awet dibandingkan yang tidak, selain itu hal ini juga dapat menjaga kenyamanan bayi. Moms dapat menambahkan sprei ataupun perlak.

Perhatikan kandungan bahan dan zat yang digunakan pada matras

Bayi menghabiskan waktu tidur yang cukup panjang, dan selama waktu tidur tersebut tidak menutup kemungkinan zat kimia yang ada dalam matras menempel pada tubuh bayi. Sebaiknya pilihlah matras yang sudah terverifikasi keamanannya terkait bahan kimia yang terkandung dalam bahan yang digunakan dalam membuat matras. 

Belilah matras baru 

Sebaiknya belilah matras dan keranjang bayi yang baru. Hal tersebut untuk mencegah adanya zat berbahaya yang mungkin menempel akibat cat yang sudah lama dan mencegah adanya bakteri yang berkembang di permukaan matras. Matras baru juga sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menghilangkan zat kimia yang mungkin tersisa.

Sebagai orang tua, tidak jarang saat membelikan matras untuk tempat tidur si kecil, alasan ekonomis menjadi pertimbangan pertama karena berpikir bahwa si kecil akan cepat bertumbuh besar sehingga matras akan digunakan sebentar saja. Sebenarnya prinsip ini kurang pas, karena pada umur-umur bayi hingga balita, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur demi pertumbuhan dan perkembangan bentuk tubuh dan tulangnya. 

 

Penggunaan matras yang salah menjadi salah satu penyebab SIDS (sudden infant death syndrome) tertinggi. SIDS ini juga sering disebut dengan kematian ranjang bayi karena umumnya terjadi saat bayi sedang tidur. Penyebab utamanya adalah karena matras yang digunakan bayi untuk tidur memiliki permukaan yang tidak rata. Selain itu, matras yang terlalu empuk dan berbulu juga meningkatkan resiko SIDS karena mengganggu saluran pernafasannya. 

 

Untuk mencegah terjadinya SIDS, mama bisa memilih ranjang dan juga matras yang memenuhi standar internasional dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan, seperti claire et agnes. Claire et agnes dirancang dengan mengikuti standar Eropa dan menggunakan water-based paint, sehingga sangat aman untuk bayi. Demi kenyamanan tidurnya dan mendukung pertumbuhan tulang belakangnya, mama juga bisa memilihkan matras yang memiliki permukaan rata. Begitupula sprei yang digunakan agar tidak menggelembung dan memiliki ukuran yang sesuai dengan matras di tempat tidur si bayi. 

 

Selain tempat tidur yang nyaman dan aman, aksesoris seperti bantal dan boneka disarankan untuk tidak diletakkan begitu saja diatas tempat tidur bayi. Gunakan aksesoris seperlunya saja agar tidak beresiko menutupi wajah bayi dan pada akhirnya menyebabkan tertutupnya saluran udara pada bayi. Hal tersebut tentu saja meningkatkan risiko SIDS.

Menjelang kelahiran buah hati, orang tua akan semakin gencar dan bersemangat dalam mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan saat si kecil lahir nanti. Hal-hal yang dipersiapkan untuk menyambut kehadiran si kecil biasanya tempat tidur, selimut dan sprei dengan berbagai motif, bahkan mainan dan boneka adalah salah satu hal yang tidak pernah absen untuk dipersiapkan bagi sang buah hati.

 

Sebuah artikel menyatakan bahwa American Academy of Pediatrics mengemukakan aksesoris seperti bumper, bantal, selimut, dan mainan-mainan yang diletakkan pada tempat tidur si kecil dapat menyebabkan peningkatan risiko sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi ini lebih sering terjadi pada bayi berusia dibawah 1 tahun. Penyebabnya masih belum bisa dijabarkan ataupun dijelaskan. 

 

SIDS biasanya dikaitkan dengan kematian bayi akibat dari tercekik atau sesak napas. Kejadian ini juga lebih banyak ditemukan pada bayi yang tidur dengan dipenuhi selimut atau boneka-boneka di tempat tidurnya. Jadi, sebaiknya mama membiarkan tempat tidur si kecil tetap lapang. 

 

Apabila di kecil sudah memasuki usia 1 tahun, mama bisa memberikannya teman tidur berupa boneka di tempat tidurnya tetapi dengan jumlah yang sedikit dan ukuran yang tidak terlalu besar. Boneka yang terlalu banyak dan besar beresiko akan memenuhi tempat dan membuat ruang gerak si kecil menjadi terbatas, sehingga si kecil yang sedang aktif kemungkinan bisa menarik bonekanya dan berisiko menutupi wajah mereka secara tidak sengaja. 

 

Apabila mama ingin membuat si kecil hangat dalam tidurnya, mama bisa menyiasatinya dengan cara memakaikan baju dan celana panjang untuk menghindari pemakaian selimut. Mainan atau boneka yang diberikan untuk si kecil juga sebaiknya diletakkan pada sisi tempat tidur, atau digantung di bagian atas ranjang dengan kencang agar tidak beresiko jatuh dan menutupi si kecil dengan tidak sengaja.

 

Matras yang digunakan untuk tempat tidur si kecil juga sangat penting diperhatikan. Pilih matras yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras. Pasangkan sprei yang cocok dengan ukuran matras agar sewaktu-waktu tidak terlepas dan berisiko menutupi si kecil saat sedang tertidur.

Menjelang kelahiran buah hati, mama pasti sangat tidak sabar untuk mempersiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan, termasuk mempersiapkan kamar tidur beserta isinya. Sebagai orang tua, pasti kita ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil termasuk juga dekorasi kamarnya. Ada beberapa hal yang sebenarnya harus mama perhatikan saat mendekor kamar si kecil, agar nantinya buah hati mama betah dan nyaman tinggal di kamar tersebut. 

Pemilihan warna cat atau wallpaper

Bila mama ingin menggunakan cat, pilihlah warna cat yang soft dan tidak terlalu mencolok. Pilihlah warna cat dinding yang membawa kesan nyaman dan hangat seperti putih, biru pucat, hijau mint, abu-abu muda, dan warna-warna pastel lainnya. Sedangkan untuk wallpaper, mama bisa pilihkan beberapa jenis yang cocok untuk anak-anak.

Gunakan boks bayi yang aman dan memiliki desain elegan

Boks bayi, selain menjadi tempat tidur untuk si kecil, juga dapat sekaligus menjadi dekorasi yang cantik bagi kamarnya. Pilihlah boks bayi yang aman untuk si kecil, usahakan jarak antara sela-sela tiang tidak terlalu lebar agar bayi tidak terjepit. Untuk pemilihan warna, bisa disesuaikan dengan pemilihan warna dinding kamarnya. Biasanya, warna-warna pastel akan memberikan kesan lebih elegant.

Gunakan karpet di ruangan tidurnya

Selain digunakan sebagai alas untuk membersihkan kaki, karpet juga ternyata dapat berfungsi sebagai alat peredam suara agar suara-suara bising tidak mengganggu kenyamanan tidur si bayi. Untuk pemilihan warna, karpet hendaknya disesuaikan juga dengan pemilihan warna kamar si kecil.

Isi dengan barang-barang yang diperlukan saja

Alangkah baiknya mama memasukkan alat-alat yang memang diperlukan untuk kamar si kecil. Hal tersebut bertujuan agar kamarnya terlihat lebih lapang, sehingga si kecil akan lebih nyaman. Barang-barang yang berlebihan juga beresiko akan melukai si bayi bila diletakkan di sembarang tempat.

Atur pencahayaan

Cahaya yang terlalu terang akan menyilaukan si kecil, sehingga tidurnya akan terganggu. Usahakan menggunakan cahaya yang agak redup. Mama juga bisa menambahkan tirai pada jendela kamarnya agar lebih menghalangi cahaya berlebihan yang akan masuk ke dalam kamar.

Selain keindahan kamar, mama tentunya harus sangat memperhatikan kenyamanan si kecil dan keamanan alat-alat yang digunakan di dalam kamarnya. Mama bisa memilih produk dari claire et agnes karena mengikuti standar eropa, sehingga sangat aman untuk si kecil kesayangan mama. 

Memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk si kecil adalah cita-cita seluruh orang tua. Termasuk memberikan peralatan yang dibutuhkan bayi, sampai ke mainan. Dalam memilih berbagai peralatan yang digunakan untuk si kecil, hendaknya mama harus hati-hati dalam memilih. Berikut ini adalah peralatan yang beresiko membahayakan bayi namun masih sering digunakan:

Baby Walker

Baby walker sering digunakan sebagai alat bantu saat si kecil sudah mulai belajar berjalan. Padahal sejatinya, alat ini justru bisa menunda si kecil untuk belajar mandiri berjalan. Baby walker juga memiliki bahaya loh ma… si kecil biasanya menggapai hal hal yang dekat dengannya saat berjalan dengan baby walker sehingga mereka bisa menyentuh hal hal yang berbahaya seperti pegangan panci, pemanas ruangan, atau bisa menabrak ujung meja yang mengakibatkan luka. Jadi saat si kecil di baby walker, mama harus menaruh perhatian ekstra yaa…

Sleep Positioner

Sleep positioner ini sebenarnya dirancang untuk menjaga posisi tidur bayi. Dibalik kegunaannya untuk ‘menjaga’ ternyata sleep positioner ini meningkatkan resiko bayi meninggal karena lemas dan kurangnya ruang gerak. Sebaiknya, mama meletakkan bantalan yang datar untuk menjaga posisi tidur bayi agar mereka tetap memiliki ruang gerak yang bebas.

Boks Bayi

Sela pada boks bayi biasanya jarang-jarang sehingga mama biasa menambahkan bantalan agar si kecil tidak jatuh dan tersangkut. Padahal sebenarnya bantalan tersebut meningkatkan resiko SIDS karena bila tidak sengaja menutupi wajah bayi, mereka akan kekurangan napas dan menjadi lemas. Selain itu, boks bayi yang terlalu rendah dan cenderung memiliki tinggi yang sama dengan tubuh bayi bisa menyebabkan bayi terjatuh karena lebih mudah keluar dari boks. Walaupun berbahaya, mama bisa tetap menggunakan boks bayi loh, ma… Mama bisa mencoba produk dari Claire et Agnes karena sudah memenuhi standar eropa, sehingga aman dan mencegah resiko bayi terjepit ataupun jatuh dari boks. Desain yang dimiliki pun mewah dan elegan, sehingga mempercantik ruang tidur si kecil.

Baby Carrier

Baby carrier atau gendongan bayi biasanya memudahkan mama saat menggendong si kecil kemana-mana. Gendongan ini pun digunakan hampir oleh seluruh ibu-ibu untuk menggendong si kecil dengan praktis dan mudah. Namun, ada bahayanya loh ma menggunakan baby carrier ini. Bila pengunci-pengunci ujung tidak terikat atau terkunci dengan benar, bisa terjadi resiko bayi terjatuh sehingga sangat berbahaya untuk keselamatan si bayi. Jadi saat menggunakan baby carrier, pastikan setiap ujung pengunci sudah erat agar si kecil aman dan nyaman.

Mainan yang Digantung

Mainan yang digantung memang bisa membantu menenangkan si bayi terutama saat menangis. Mereka akan bermain-main dan mencoba meraih mainan tersebut hingga terhibur. Namun, mama harus hati-hati karena bila mainan tidak sengaja ditarik dan mengenai wajah si bayi, hal tersebut bisa melukainya. Jadi, tetap awasi si kecil saat bermain dengan mainan gantungnya ya maa…

Stroller

Stroller juga bisa menyebabkan bahaya pada bayi karena bila bayi lupa atau tidak dipasangkan dengan pengaman yang erat, bayi bisa terjatuh dari stroller. Selain itu, stroller juga biasa digunakan oleh mama untuk menaruh belanjaannya karena lebih praktis tidak perlu menenteng. Beban yang kurang seimbang juga bisa menyebabkan laju stroller tidak bagus sehingga meningkatkan resiko terjungkal. Faktor terakhir yang membuat stroller dikatakan tidak aman adalah karena bolong nya rem stroller sehingga saat stroller terlepas di jalan yang agak menurun, stroller bisa meluncur jauh sehingga jatuh terguling. Ini akan sangat berbahaya untuk keselamatan si bayi.

0
Need Help? Chat with us