• Tips Menyusui

Saat memasuki masa MPASI, mama akan mulai menggali informasi lebih banyak mengenai makanan yang memiliki kandungan baik untuk tumbuh kembang si kecil. Saat pertama kali, pasti mama akan kebingungan dalam menentukan makanan pendamping apa yang harus pertama kali dikenalkan untuk si kecil. 

Ada pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya sereal yang terbuat dari oatmeal merupakan salah satu MPASI pertama terbaik untuk si kecil. Bahkan oatmeal disebut-sebut lebih baik daripada bubur yang terbuat dari nasi. Alasannya adalah oatmeal memiliki serat yang lebih banyak sehingga mencegah sembelit pada si kecil. Selain itu, masih banyak lagi manfaat oatmeal, yaitu sebagai berikut.

  • Mudah Dicerna

Saat dicampur dengan air hangat, tekstur dari oatmeal akan semakin halus. Oatmeal juga merupakan butiran tunggal sehingga tidak sulit untuk dicerna oleh si kecil. 

  • Sumber Nutrisi yang Baik

Selain serat, oatmeal mengandung magnesium, seng, dan zat besi yang tinggi. Kandungan tersebut sangat baik untuk tumbuh kembangnya, karena nutrisi yang ada pads ASI, susu formula, ataupun susu sapi belum semuanya dapat memenuhi nutrisi harian si kecil. 

  • Meningkatkan Sistem Imun

Oatmeal mengandung banyak nutrisi baik dan juga protein. Nutrisi baik tersebut bisa meningkatkan sistem imun si kecil dan juga membantu memperbaiki kondisi rambut dan kulit si kecil.

  • Mudah Dicampur Dengan Menu Lainnya

Seiring bertambahnya usia si kecil, mama pasti akan mencari inovasi dalam menyiapkan menu makanan pendamping pada si kecil. Menu yang diberikan akan semakin kompleks, dan oatmeal merupakan salah satu menu yang bisa dikombinasikan dengan jenis makanan lain seperti buah-buahan, sayuran, bahkan daging. 

Makanan sudah diperkenalkan ke bayi rata-rata saat mereka memasuki usia 6 bulan. Salah satu makanan yang digunakan sebagai bahan mpasi yang paling populer adalah buah-buahan, salah satunya apel. Apel mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk bayi. Manfaat kesehatan yang dapat diperoleh adalah dapat mengatasi sembelit dan diare, menyembuhkan sakit perut, dan meredakan batuk yang menyebabkan tenggorokan si kecil tidak nyaman. Apabila mama ingin memberikan apel sebagai salah satu makanan pendamping ASI si keci, maka mama harus mencoba beberapa resep dibawah ini.

 

  • Puree Apel

 

Membuat makanan pendamping ASI puree apel ini sangat mudah loh ma… Mama hanya perlu membagi dan mengupas buah apel kira-kira menjadi 5 bagian. Kemudian mama bisa merebus atau mengukus potongan apel tadi hingga apel menjadi lembut. Apel yang sudah direbus atau dikukus tadi diangkat dan diblender hingga halus merata. Puree Apel sudah siap dijasikan.

  • Campuran Apel dan Wortel

Caranya sama dengan membuat puree apel. Jadi, mama hanya perlu mengukus apel dan wortel agar daging buahnya lembut. Setelah lembut, mama bisa mengangkatnya dan memblender apel dan wortel yang sudah lembut tadi hingga mendapatkan tekstur yang merata. 

 

  • Puree Apel Panggang

 

Bagi mama yang gemar menggunakan oven saat memasak, menu ini mungkin sangat mudah untuk dibuat sebagai makanan pendamping ASI si kecil. Mama cukup meletakkan apel yang belum dikupas pada loyang yang sudah ditambahkan sedikit air. Masukkan kedalam oven dengan suhu 400 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan apel yang sudah dioven beberapa saat, kemudian blender sampai halus. Puree apel panggang siap disajikan untuk si kecil. 

Menyusui merupakan salah satu kegiatan terindah yang pernah seorang ibu lakukan untuk anaknya. Menyusui juga terkadang melelahkan yah, bu… posisi berbaring pasti menjadi salah satu andalan untuk ibu saat mulai lelah menyusui. Tetapi apakah ibu pernah mendengar kalau posisi berbaring saat menyusui itu berbahaya? Kenapa ya?

Jadi, berbaring sambil menyusui dikhawatirkan dapat menyebabkan infeksi telinga pada bayi. Mekanisme menghisap pada bayi dikombinasikan dengan postur saat menyusui serta isi cairan spesifik di botol sehingga dapat mengiritasi jaringan lunak pada telinga. Namun pada penelitian lainnya, dikemukakan bahwa belum ada bukti atau fakta yang menunjukkan bahwa menyusu langsung dari payudara sambil berbaring tidak ada hubungannya dengan infeksi telinga pada bayi. Bahkan ada dokter yang menyarankan untuk mencari pendekatan yang terbaik dan ternyaman saat menyusui si kecil, salah satunya adalah dengan berbaring. 

Saat menyusui sambil berbaring, ada baiknya ibu memperhatikan beberapa hal berikut agar dapat menyusui dengan aman:

  • Tidurkan bayi pada tengah-tengah tempat tidur yang cukup besar, jangan di temoat tidur yang sempit
  • Letakkan bantal sebagai penopang punggung bayi agar mereka merasa nyaman saat menyusui
  • Posisikan hidung dan puting ibu dalam keadaan sejajar, dan letakkan lengan diatas kepala bayi.
  • Gulingkan si kecil ke samping ibu dan tarik mendekati tubuh ibu. Biarkan hidungnya mendekat dengan lembut ke puting payudara. Pastikan juga bagi tidak terjepit di payudara bunda dan upayakan posisi senyaman mungkin.

 

Menyusui merupakan hal terindah bagi ibu karena bisa membentuk bonding antara ibu dan anak. Semoga membantu ya, bu… 

 

Herpes disebabkan oleh infeksi HSV (Herpes Simplex Virus) yang biasanya dapat menyebabkan luka dan bisul kelamin. Herpes tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bisa menginfeksi bayi yang baru lahir. 

Semakin muda usia bayi, maka semakin rentan mereka terhadap virus HSV, terlebih bila mama pernah atau sedang mengalami herpes genital di masa enam minggu terakhir kehamilan. Dalam kondisi seperti ini, biasanya ibu akan menularkan herpes kepada bayinya saat melahirkan normal. 

Selain ditularkan oleh ibu, herpes juga bisa menular dari cairan flu orang yang terinfeksi herpes. Herpes tidak menutup kemungkinan untuk menyerang bagian puting payudara, dan bila bayi menyusu pada puting yang mengalami herpes, bayi kemungkinan besar akan tertular. 

Bayi yang terkena herpes biasanya memiliki beberapa gejala yang khas seperti lebih rewel dari biasanya, ada bagian kulit yang melepuh, penyakit kuning, atau mudah berdarah bila tergores. Pada kondisi tertentu, bayi juga mungkin mengalami kesulitan bernapas, membiru, mendengkur, pernapasan yang lebih cepat dari biasanya, atau bahkan sesak napas.

Bila bayi mama terkena herpes, maka harus dilakukan penanganan serius karena dibutuhkan diagnosis lebih detail oleh dokter. Biasanya, herpes pada bayi diobati dengan cara memberika obat antivirus ke pembuluh darah bayi. Perawatan ini bisa dilakukan selama beberapa minggu. Bayi bisa diajak untuk menyusui seperti biasa. Mama tidak perlu khawatir atau langsung stop memberikan susu pada si kecil. Pada kondisi puting susu mama yang terkena herpes, maka alternatif yang bisa digunakan adalah pemberian susu formula atau asi perah agar bayi tidak mengalami kontak langsung dengan bagian tubuh yang terkena herpes.

               Bagi new born baby atau bayi yang baru saja terlahir, tidur adalah salah satu fase terpenting untuk tumbuh dan kembangnya. Jam tidur bayi sangat tidak pasti. Mereka bisa saja bangun dalam rentang waktu 3 jam sekali, bangun saat tengah malam dan menangis, bahkan tidur lelap dalam waktu yang cukup lama tanpa terbangun sama sekali. Apakah ini normal?

  • Waktu Tidur Normal untuk Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir bisa saja tidur selama 16-20 jam sehari. Mereka juga bisa terbangun 2-4 jam sekali untuk menyusu. Pada minggu ke-12 setelah mereka dilahirkan, biasanya mereka akan mulai memiliki waktu tidur yang terprediksi.

  • Apakah si Baby Tidur Terlalu Lama?

Bayi membutuhkan setidaknya waktu 6 bulan untuk membentuk kebiasaan tidurnya. Ada beberapa bayi yang waktu tidurnya lebih lama, sampai-sampai mereka tidak bangun sama sekali untuk menyusui. Namun, ibu perlu mengecek dan peka terhadap kondisi si bayi, seperti warna urine, dan kondisi tinja nya. Bila urine bayi sudah berwarna kuning dan pekat, ibu harus segera mengambil tindakan yaitu membangunkan bayi setiap 2-4 jam sekali untuk menyusui. 

  • Bagaimana Mengatasi Bayi yang Tidur Terlalu Lama?

Apabila si kecil tidur terlalu lama dan masih tetap tampak lelah sepanjang hari, mama harus memastikan kondisi kesehatannya ke dokter. Mereka mungkin memiliki masalah medis seperti sakit kuning, infeksi, atau setelah sunat si bayi juga lebih sering mengantuk daripada biasanya. Namun, hal yang paling baik digunakan untuk mengatasi bayi yang tidur terlalu lama adalah membangunkannya setiap 2-4 jam sekali untuk menyusui agar mencegah mereka dari dehidrasi.

  • Cara Membentuk Kebiasaan Tidur Bagi si Bayi

Bila bayi terlalu lama tidur kemudian ibu melihat terjadinya perkembangan yang kurang baik (seperti berat badan menurun), ibu harus waspada dan perlu memeriksakannya ke dokter. Namun bila si bayi tidur dalam waktu yang lama namun perkembangannya baik dan tidak menunjukkan gejala-gejala negatif lainnya, mungkin si bayi memang tipikal good sleeper sehingga menjadi sebuah keuntungan untuk mama untuk beristirahat lebih banyak. Kemudian, berikut ini adalah saran yang dapat digunakan untuk membentuk kebiasaan tidur si bayi:

  • Membuat kebiasaan sebelum tidur yang nyaman seperti mandi air hangat dan berikan pijatan ringan yang nyaman, serta menyusui yang cukup sehingga sebelum tidur si bayi tetap terhidrasi.
  • Hindari mengajak bayi terlalu banyak beraktifitas di siang hari karena saat terlalu lelah, mereka akan tidur terlalu lama dan melewatkan waktu menyusui.
0
Need Help? Chat with us